Pusat jalur sutra kuno dunhuang sambut wisatawan selama off-season

2 hours ago 1

Lanzhou (ANTARA) - Lupakan keramaian pada musim panas. Pesona musim dingin Dunhuang menjadi daya tarik tersendiri seiring semakin banyaknya pelancong berbondong-bondong mengunjungi pusat warisan budaya di Provinsi Gansu, China barat laut, itu, yang juga rumah bagi tiga situs Warisan Dunia UNESCO, dengan berbagai inisiatif musim dingin yang siap menyambut para pengunjung.

Di Museum Dunhuang, pemandu bernama Ma Xueli telah menyaksikan peningkatan pengunjung yang signifikan. "Menjelang Tahun Kuda, batu bata bergambar motif kuda sangat populer," ujarnya, seraya menambahkan bahwa museum tersebut menerima sekitar 1.000 pengunjung setiap harinya, dua kali lipat dari jumlah biasanya saat musim dingin.

Terletak di oasis di tepi Gurun Taklimakan, Dunhuang merupakan persinggahan utama di Jalur Sutra kuno, yang menghubungkan Timur dan Barat melalui perdagangan yang dinamis. Budaya khas Dunhuang terwakili dengan baik oleh Gua Mogao, yang berasal dari abad keempat, dengan 735 gua menyimpan lebih dari 2.000 patung berwarna-warni dan mural seluas 45.000 meter persegi. Khazanah budaya yang luar biasa ini turut menarik para pengunjung ke kota bersejarah tersebut.

Namun, perbedaan yang mencolok antara periode puncak dan masa off-season telah lama menjadi tantangan struktural bagi kota yang bergantung pada sektor pariwisata tersebut.

(Xinhua)

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, kebijakan pariwisata preferensial pada musim dingin dan musim semi telah diberlakukan sejak 2017, dengan sejumlah objek wisata utama, termasuk Gua Mogao dan Mata Air Bulan Sabit, menawarkan tarif tiket dengan separuh harga selama off-season.

Untuk meningkatkan aksesibilitas, kota itu telah memperluas konektivitas udara. Zhang Xiaoning, wakil direktur biro kebudayaan, olahraga, radio, televisi, dan pariwisata setempat, menyatakan bahwa selama musim penerbangan musim dingin 2025-2026, berbagai penerbangan langsung telah dibuka menuju kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, dengan frekuensi yang ditingkatkan ke pusat-pusat transit seperti Xi'an dan Lanzhou.

Cai Yuwei, yang melakukan perjalanan dari Shanghai bersama keluarganya selama libur musim dingin, menyampaikan bahwa mereka memilih berkunjung pada musim dingin untuk memanfaatkan potongan harga tiket tersebut dan menghindari gelombang panas serta antrean yang panjang selama musim panas.

"Mengamati Pegunungan Qilian yang diselimuti salju dari pesawat benar-benar menakjubkan," tutur Cai. "Cuaca di Dunhuang tidak sedingin yang saya bayangkan, dan terdapat begitu banyak pemandangan untuk diamati dan aktivitas untuk dinikmati."

Sebagai upaya untuk melengkapi situs-situs kunonya, kota itu telah menambahkan sejumlah destinasi budaya baru sejak 2022, seperti Toko Buku Dunhuang dan ruang seni, untuk memperkaya penawaran selama periode off-season.

Pasar malam berumur puluhan tahun itu telah disulap menjadi kawasan kuliner dan hiburan interaktif bertema arsitektur yang terinspirasi oleh mural, dengan staf yang mengenakan kostum kuno mengundang para pengunjung untuk berpartisipasi dalam teka-teki lampion dan permainan puisi.

Wang Jingwei, manajer umum di perusahaan pengelola pasar tersebut, menguraikan bahwa tingkat keterisian kios pada musim dingin kali ini melonjak dari 30 persen menjadi 95 persen, sementara arus pengunjung melonjak sekitar 120 persen secara tahunan (year on year). "Suasana pasar yang dinamis di sini merupakan pendorong utama," imbuh Wang.

(Xinhua)


Untuk meningkatkan aksesibilitas, kota itu telah memperluas konektivitas udara. Zhang Xiaoning, wakil direktur biro kebudayaan, olahraga, radio, televisi, dan pariwisata setempat, menyatakan bahwa selama musim penerbangan musim dingin 2025-2026, berbagai penerbangan langsung telah dibuka menuju kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai, dengan frekuensi yang ditingkatkan ke pusat-pusat transit seperti Xi'an dan Lanzhou

Perubahan tersebut mencerminkan tren yang lebih luas dalam pariwisata China dari sebelumnya mencari destinasi beriklim lebih hangat menjadi menikmati pengalaman cuaca dingin yang unik, menandai evolusi dari wisata pemandangan menjadi perjalanan berbasis pengalaman.

Ma Rui, kepala Toko Buku Dunhuang, mengenang bahwa pada Malam Tahun Baru Imlek tahun lalu, sekelompok wisatawan tiba setelah jam operasional berakhir. "Mereka (bahkan) memperpanjang masa tinggal selama sehari hanya untuk berkunjung," ujarnya. "Tahun ini, kami akan tetap buka hingga pukul 21.00 pada Malam Tahun Baru Imlek untuk menyambut mereka."

Pewarta: Xinhua
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |