Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyiapkan pengganti Masyita Crystallin untuk menduduki jabatan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).
Masyita Cystallin diketahui telah beralih tugas ke PT Danantara Investment Management (Persero).
“Sudah ada orangnya, tapi sedang kami proses,” kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat.
Menkeu menyatakan belum bisa mengumumkan nama kandidat Dirjen SPSK baru, sebab proses pergantian itu harus melalui Sekretariat Negara dan Presiden Prabowo Subianto.
Dia akan memberitahukan nama pengganti Masyita nantinya setelah mendapat persetujuan Presiden.
Ia menambahkan, keputusan penempatan Masyita di Danantara sesuai dengan kebutuhan organisasi. Dia memastikan perpindahan itu tidak menjadi persoalan.
Terlebih, Masyita bukan pegawai tetap di Kementerian Keuangan, melainkan profesional yang dikontrak dan diperbarui secara berkala. Karena itu, perpindahan ke entitas lain tidak menimbulkan kendala administratif.
Menkeu pun menyebut ketersediaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan tetap memadai.
Masyita Crystallin resmi mengakhiri masa tugasnya di Kemenkeu dan melanjutkan pengabdian sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di Danantara Investment Management efektif sejak 11 Februari 2026.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, menjelaskan penugasan itu merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi kebijakan dan investasi dalam rangka mempercepat agenda strategis pendalaman sektor keuangan nasional.
Dengan pengalaman panjang di bidang makro-keuangan, stabilitas sistem keuangan, serta pengembangan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, Masyita Crystallin diharapkan dapat memperkuat integrasi antara arah kebijakan ekonomi, prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta strategi investasi jangka panjang.
Alih tugas ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola yang baik dalam menjaga stabilitas serta mendorong transformasi sektor keuangan Indonesia.
Baca juga: Purbaya: Penyegelan Tiffany & Co terkait dugaan underinvoicing
Baca juga: Pemerintah siapkan THR ASN Rp55 triliun, cair awal Ramadhan
Baca juga: Menkeu targetkan ekonomi tumbuh 5,5 persen pada triwulan I-2026
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































