Medan (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menerima deklarasi dukungan dari sejumlah organisasi, komunitas digital, dan pemuda di Kota Medan dalam upaya mewujudkan ruang digital yang aman, sehat, inklusif, produktif, dan bebas dari kejahatan digital.
"Ini menjadi komitmen bersama kita semua. Generasi muda menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan literasi digital," kata Meutya Hafid pada kegiatan Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sabtu.
Deklarasi tersebut berisi pernyataan sikap dan komitmen berbagai organisasi, komunitas digital, serta kelompok pemuda untuk mendukung upaya pencegahan kejahatan di ruang digital.
Baca juga: Menkomdigi ajak masyarakat jaga ruang digital saat sampaikan aspirasi
Dalam deklarasi itu, mereka menyatakan menolak berbagai bentuk kejahatan digital, seperti judi daring, penipuan daring, perundungan digital, penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, serta penyalahgunaan data pribadi.
Para peserta juga berkomitmen menjadi pengguna ruang digital yang bijak, bertanggung jawab, dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, mereka menyatakan siap meningkatkan kewaspadaan serta melindungi diri dan lingkungan sekitar dari berbagai ancaman dan modus kejahatan digital.
Baca juga: Kemkomdigi cegah pemanfaatan ruang digital untuk peredaran narkotika
Komitmen lainnya adalah berperan aktif menyebarluaskan edukasi dan literasi digital guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Dokumen deklarasi dukungan tersebut diserahkan langsung kepada Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan literasi digital dan pencegahan kejahatan di ruang digital.
Baca juga: Kemkomdigi ingatkan orang tua dampingi anak saat mengakses teknologi
Baca juga: Menkomdigi: 4K perlu dikenali orang tua lindungi anak di ruang digital
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































