Bogor (ANTARA) - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau perkembangan pembangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Bogor, Jawa Barat.
"Ini program Pak Presiden tentang revitalisasi satuan pendidikan. Ini merupakan satu dari banyak program untuk pembangunan SDM yang unggul," kata Menko Pratikno di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Revitalisasi satuan pendidikan telah dimulai sejak 2025.
Ada total Rp13,28 triliun yang sudah dialokasikan untuk merevitalisasi sekolah dan madrasah.
"Revitalisasi yang mencakup 17.573 satuan pendidikan," kata Pratikno.
Baca juga: Pemerintah targetkan revitalisasi 71.744 sekolah pada tahun ini
Sementara Menag Nasaruddin Umar berharap revitalisasi MTs Negeri ini bisa mendorong semangat belajar siswa.
"Saya bersama Pak Menko PMK baru saja meninjau. Alhamdulillah ada perubahan yang sangat signifikan ya. Atapnya yang tadinya mau roboh sekarang menjadi sangat rapi. Meja-mejanya tadinya sudah kumuh diganti dengan meja yang bagus," kata Nasaruddin Umar.
Ia mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap kondisi sekolah dan madrasah.
"Pak Prabowo benar-benar memberi perhatian kepada sekolah dan madrasah tanpa membeda-bedakan. Dua-duanya diprioritaskan. Agar anak-anak senang belajar, dan masyarakat puas akan hasilnya," katanya.
Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah tambah 60.000 unit tahun ini
Baca juga: Kepala KSP: Keberadaan madrasah jaga nilai gotong royong di era modern
Anggaran pembangunan MTs Negeri Kota Bogor tersebut mencapai Rp5,5 miliar, yang terdiri dari biaya pembangunan fisik Rp4 miliar dan Rp1,5 miliar untuk mebel.
Sekolah tersebut memiliki 23 ruang kelas.
"Sebelas ruang kelas sudah selesai pembangunan dan sudah dipakai. Dua belas lainnya dalam proses finishing," kata Direktur Jenderal Prasarana Strategis (Dirjen PS) di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Kuswara.
Program revitalisasi satuan pendidikan adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.
Program ini berfokus pada percepatan rehabilitasi, perbaikan, dan pembangunan infrastruktur sekolah serta madrasah agar menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermutu.
Baca juga: Kemendikdasmen: Revitalisasi sekolah beri senyum murid Manokwari
Baca juga: Irjen Kemenag: Program MBG pilar penting cetak pelajar madrasah cerdas
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































