Menko Pangan tinjau OPF PGN Saka, dukung ketahanan energi

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau fasilitas pengolahan darat (onshore processing facility/OPF) milik Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), anak usaha PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka), di Gresik, Jawa Timur.

Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan optimalisasi pengelolaan sumber daya energi nasional sekaligus mengapresiasi kinerja PGN Saka sepanjang 2025, khususnya capaian produksi minyak yang melampaui target APBN.

"Presiden menekankan agar tidak ada kebocoran sumber daya alam. Apa yang telah dicapai PGN Saka dalam mendukung swasembada energi nasional harus terus ditingkatkan," katanya, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Zulhas menilai capaian tersebut mencerminkan kontribusi sektor hulu minyak dan gas bumi dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung agenda pemerintah menuju swasembada energi.

Selain aspek produksi, dalam kunjungannya pada Rabu (28/1/2026) itu, Zulhas juga menyoroti penerapan budaya keselamatan kerja di lingkungan OPF SIPL yang dinilai berjalan baik dan konsisten.

Menurut dia, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara profesional, efisien, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan.

Ia berharap kinerja PGN Saka dapat menjadi contoh bagi pelaku sektor energi lainnya dalam meningkatkan produktivitas dan tata kelola perusahaan, serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional.

Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong sinergi lintas sektor agar potensi sumber daya alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Menko Zulhas hadiri pembagian sembako pada ratusan ojek daring

Baca juga: Zulhas pastikan KDMP Kaliori Banyumas dukung ekonomi kerakyatan

Baca juga: Menko Zulhas: Perkebunan rakyat penting guna capai swasembada kakao

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |