Magelang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan proyek infrastruktur air bersih dan pengelolaan air limbah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
AHY di Magelang, Sabtu, mengatakan proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) menjadi salah satu fasilitas penting untuk memenuhi kebutuhan air minum atau bersih bagi seluruh warga Akmil, terutama para taruna dan taruni yang menjalani aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.
"Di sini adalah lokasi pengelolaan air minum yang nantinya dapat dikonsumsi oleh seluruh warga Akmil, terutama para taruna dan taruni yang tentunya membutuhkan kecukupan air minum yang bersih dan sehat," katanya.
Ia menjelaskan instalasi tersebut dilengkapi dengan proses pengolahan modern, termasuk teknologi ultraviolet (UV), untuk memastikan bakteri telah dimatikan sehingga air aman dikonsumsi. Air hasil pengolahan kemudian akan dialirkan ke barak, paviliun, dan berbagai fasilitas lainnya di lingkungan Akmil.
Menurut dia, keberadaan SPAM sangat penting mengingat aktivitas fisik para taruna yang cukup berat sehingga membutuhkan asupan air minum yang memadai. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Baca juga: Menko AHY bekali taruna Akmil hadapi tantangan global
"Instalasi ini sangat penting untuk memastikan para taruna kita tercukupi kebutuhan air minumnya, termasuk seluruh warga Akmil lainnya," katanya.
Selain SPAM, AHY juga meninjau pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Proyek tersebut bertujuan memperbaiki sistem pengelolaan limbah di lingkungan Akmil agar tidak lagi terjadi genangan air limbah yang menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi mengganggu kesehatan penghuni.
"Ada beberapa lokasi yang sudah diidentifikasi untuk memastikan tidak ada lagi air limbah yang terperangkap di suatu lokasi sehingga menyebabkan aroma yang tidak sedap dan tentunya tidak sehat bagi para penghuni Akmil," katanya.
Pemerintah menargetkan pembangunan IPAL dapat rampung pada Desember 2026. Untuk mendukung penyelesaian proyek tersebut, telah disiapkan anggaran sekitar Rp11,4 miliar.
Ia berharap, setelah kedua proyek infrastruktur tersebut selesai, lingkungan Akmil akan menjadi semakin sehat, nyaman dan mampu mendukung aktivitas pendidikan serta pembinaan para taruna secara optimal.
Baca juga: AHY ingatkan pembangunan di Mandalika tidak boleh korbankan lingkungan
Baca juga: AHY: Peresmian lima bendungan perkuat swasembada pangan hingga energi
Baca juga: Menko IPK dorong industri konstruksi pilar pembangunan berkelanjutan
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































