Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan investor global soal ketahanan fundemental makroekonomi serta strategi fiskal Indonesia dalam pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat.
“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Sejumlah investor yang hadir di antaranya HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.
Menkeu menyebut para investor global tersebut berminat untuk menaruh modal di Indonesia, namun mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.
Baca juga: Purbaya: Rp11 T dari Satgas PKH bisa tambal defisit dan perkuat fiskal
Oleh sebab itu, Purbaya menjelaskan kebijakan fundamental Indonesia untuk memberikan jaminan kepada investor bahwa Indonesia memiliki lanskap ekonomi yang baik untuk menjadi sasaran investasi.
“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ujarnya.
Purbaya mengaku juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS, mengingat fondasi makroekonomi RI dianggap sudah sangat baik.
Bendahara negara juga menyampaikan bahwa para investor memiliki keyakinan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia bergerak ke arah yang benar. Menurutnya, para investor beranggapan bahwa penilaian lembaga pemeringkat internasional terlalu dini.
Baca juga: Bank Dunia: Fiskal RI masih terjaga di tengah kenaikan harga energi
“Seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambahnya.
Untuk meyakinkan investor menaruh modal di dalam negeri, Menkeu menjelaskan bahwa ekonomi harus terus tumbuh sesuai dengan target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam konteks ini, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 diperkirakan bakal berkisar 5,5 persen. Bila pertumbuhan yang kuat bisa berlanjut pada kuartal II, Purbaya yakin para investor lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia.
“Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan desain yang kita buat,” tuturnya.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































