Menhub evaluasi kemacetan arus balik lintas timur Ketapang Lampung

4 hours ago 4

Lampung Selatan (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan akan mengevaluasi kemacetan di akses jalan lintas timur Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, terutama pada titik pertemuan arus kendaraan menuju pelabuhan saat angkutan Lebaran 2026.

Ia mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Jasa Marga untuk mengantisipasi hambatan tersebut pada periode angkutan Lebaran berikutnya.

“Kalau Jalan Lintas Timur itu kita akan berkoordinasi dengan PU untuk mengantisipasi akses keluar jalan tol serta kondisi jalan itu sendiri,” kata Dudy usai meninjau arus balik Lebaran di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Sabtu.

Menurut dia, kemacetan terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang bertemu di satu titik, yakni arus pemudik, kendaraan dari jalan tol, serta arus logistik menuju kawasan pelabuhan.

Baca juga: ASDP Ketapang gunakan skenario padat pada puncak arus balik Lebaran

Ia menilai kondisi tersebut tidak sepenuhnya dapat dihindari, namun dapat diminimalkan melalui pengelolaan arus dan perbaikan akses infrastruktur.

“Memang kita melihat bahwa lonjakan pemudik cukup besar sehingga kemacetan tidak bisa terhindari. Nanti kami akan menyampaikan kepada Jasa Marga dan Kementerian PU bagaimana mengatasi akses khususnya akses keluar dari jalan tol tersebut. Itu evaluasi yang akan kita lakukan,” ujarnya.

Kemacetan di jalur tersebut sebelumnya terjadi saat antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan pembantu PT Sumur Makmur Abadi (SMA) di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, memanjang hingga sekitar lima kilometer.

Sejumlah truk yang mengangkut buah-buahan, sayuran, dan bahan pangan dilaporkan terjebak antrean panjang, sementara sebagian kendaraan dialihkan ke pelabuhan lain untuk membantu mengurai kepadatan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |