Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan industri modifikasi Indonesia tengah memasuki babak baru setelah pemerintah memasukkan subsektor tersebut ke dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.
"Bagi Kemenekraf, pengakuan modifikasi otomotif sebagai bagian dari ekonomi kreatif lahir dari perkembangan nyata di lapangan. Jadi bukan hanya sekedar omon-omon, tapi memang faktanya di lapangan sudah tumbuh," kata Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Rabu.
Dia melanjutkan bahwa pengakuan tersebut merupakan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh pemerintah terhadap perkembangan industri modifikasi yang memberikan nyata cukup positif di berbagai daerah.
Pengakuan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026-2045 yang ditetapkan pada 2 Juli 2026.
Baca juga: Wamenaker: Pelatihan vokasi perkuat kemandirian ekonomi korban bencana
Regulasi tersebut memperluas cakupan ekonomi kreatif dari 17 menjadi 21 subsektor, dengan modifikasi otomotif menjadi salah satu subsektor baru.
Menurut Teuku, industri ini tidak hanya mencakup builder, tetapi juga desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, pelaku lampu dan cat, merek lokal, komunitas hingga konten kreator.
Karena itu, pemerintah melihat pengembangan modifikasi otomotif harus dilakukan melalui ekosistem yang melibatkan banyak pihak.
Penguatan talenta, inovasi, kekayaan intelektual, pembiayaan hingga akses pasar menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu dilakukan.
Baca juga: Kemenekraf dorong kontribusi ekraf pada target pertumbuhan 6 persen
“Ini (Perpres Nomor 37 Tahun 2026) hadiah dari pemerintah untuk teman-teman yang menggeluti modifikasi otomotif,” ujar dia.
Ke depan, kontribusi subsektor ini akan diarahkan agar dapat memberikan dampak lebih luas terhadap investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja dan produk domestik bruto.
Teuku menegaskan, pemerintah tentunya tidak dapat berjalan secara mandiri. Kolaborasi dengan asosiasi, dunia usaha, akademisi, komunitas, media hingga lembaga keuangan menjadi sanga diperlukan agar potensi industri modifikasi Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.
Sebelumnya, National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) secara resmi melepas mobil modifikasi hasil anak bangsa melalui BMW Passato menuju ke ajang SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) pada 3-6 Novembber 2026.
Baca juga: Kemenekraf bawa kreativitas dan teknologi ke Malam Merdeka HUT 81 RI
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































