Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara untuk mengembangkan potensi kelapa sebagai komoditas unggulan, hingga menjadi eksportir kelapa.
"Kami di Kemendes PDT, ada beberapa program akan kami sampaikan atau kami salurkan ke Kabupaten Nias Utara dan pada saatnya nanti kami akan kunjungan langsung ke Nias Utara. Masyarakat Nias Utara harus semangat,” kata Mendes Yandri saat menerima audiensi Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Selasa.
Dorongan agar Nias Utara menjadi eksportir kelapa atau memiliki pabrik pengolahan kelapa, kata dia, ditujukan agar ekonomi di daerah itu dapat menggeliat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu juga menyampaikan beberapa permasalahan yang ada di Nias Utara. Di antaranya adalah akses jalan yang masih minim, persoalan infrastruktur, blank spot, hingga desa-desa yang belum dialiri listrik.
Menurut Bupati Nias, sebagai satu-satunya kabupaten yang masih menyandang status daerah tertinggal di Provinsi Sumatera Utara, diperlukan afirmasi khusus untuk menangani berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Nias Utara.
Oleh karena itu, Amizaro berharap agar Mendes PDT Yandri Susanto dapat memberikan afirmasi berupa program-program yang ada di Kemendes PDT agar menyasar ke desa-desa di Kabupaten Nias Utara.
Menanggapi hal tersebut, Mendes Yandri mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen turut terlibat dalam menangani berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Nias Utara tersebut.
Dia menyampaikan Kemendes PDT akan menyiapkan program-program yang menyasar ke desa-desa di Kabupaten Nias Utara sebagai upaya untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi.
“Pak Bupati ini terus berjuang karena memang kondisi dan situasi di Nias Utara statusnya masih kabupaten daerah tertinggal. Artinya, desa-desanya pun banyak yang masih tertinggal,” ujar Mendes Yandri.
Dalam pertemuan itu, sejumlah pihak ikut hadir mendampingi Mendes Yandri, yaitu Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPSDM Agustomi Masik serta Kepala BPI Mulyadin Malik.
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































