Jakarta (ANTARA) - Ruang belajar menjadi area yang yang dapat diinvestasikan untuk meningkatkan produktivitas dengan cara perubahan dekorasi yang mendukung optimalnya waktu kerja atau belajar.
Ditulis laman Hindustan Times, Senin (6/4) waktu setempat, pendiri dan CEO Green World Design, Rohana Sarah mengatakan ruang belajar dianggap sebagai ruang yang tidak terpakai dan hanya digunakan bila diperlukan, alih-alih dirancang untuk fokus dan produktivitas.
“Tidak mendesain ruang belajar yang layak dan mengoptimalkannya dapat memengaruhi efisiensi dan produktivitas Anda, membuat pekerjaan terasa seperti tugas yang membosankan. Dengan fokus yang lebih baik, hasil kerja Anda akan jauh lebih baik,” kata Sarah.
Beberapa intervensi dekorasi praktis dapat secara signifikan meningkatkan fokus kognitif dan mengurangi gangguan, mulai dari cahaya alami, ventilasi, dan bagaimana posisinya dalam tata letak keseluruhan menjadi beberapa prasyarat menjadikan ruangan dapat berfungsi lebih baik.
Baca juga: Tips menata tempat belajar di kamar anak
1. Cahaya alami
Cahaya langsung yang menyilaukan atau pencahayaan yang tidak konsisten dapat menyebabkan kelelahan dengan sangat cepat. Sarah menyarankan untuk atur tata ruang kerja agar menerima cahaya alami yang menyebar, dan lapisi dengan elemen peneduh agar ruangan tetap dapat digunakan sepanjang hari.
2. Kenyamanan termal
Sarah mengatakan ruangan yang menghadap ke barat dapat memanas secara tidak proporsional di rumah perkotaan. Ia menyarankan untuk menempatkan bukaan jendela dan pintu yang terlindung dari sinar matahari untuk mengurangi panas langsung dan membantu menstabilkan kondisi dalam ruangan tanpa bergantung pada pendingin mekanis.
Gunakan juga ventilasi silang untuk memungkinkan aliran udara alami, agar ruangan tetap sejuk. Tambahkan zona penyangga penanaman di bagian luar.
3. Perbaiki kepadatan visual ruangan
Hindari kekacauan visual seperti rak terbuka, penggunaan berbagai material, dan finishing dengan kontras tinggi. Hal-hal tersebut menciptakan gangguan tingkat rendah yang terus-menerus. Gunakan palet material yang terbatas dan sistem penyimpanan tertutup untuk lingkungan yang lebih tenang yang mendukung fokus berkelanjutan.
Baca juga: Penghijauan Ruang Belajar dalam Situasi Krisis
4. Orientasi meja
Posisikan meja kerja di titik pandang yang tenang dan tetap. Hindari menghadap interior yang berantakan atau dinding kosong, yang dapat meningkatkan kelelahan visual.
Pilih pemandangan yang sederhana dan stabil seperti jendela dengan cahaya alami yang lembut, dinding yang warnanya kalem, atau tepi balkon dengan tanaman. Meja kerja yang tertata dengan baik mendukung relaksasi tanpa mengganggu konsentrasi selama jam kerja yang panjang.
5. Akustik
Gunakan dinding dengan sentuhan lembut, karpet, tirai atau furnitur berlapis untuk meredam suara. Permukaan yang keras dapat memperkuat suara yang memengaruhi konsentrasi dan fokus.
Tambahkan panel dinding, jika diperlukan, untuk menyerap suara dan menstabilkan lingkungan.
Baca juga: Belajar lewat bermain, memperluas ruang tumbuh anak Indonesia
Baca juga: Kiat menata ruang kerja di rumah saat WFH
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































