Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengajak produsen pakan hewan peliharaan (pet food) untuk terus meningkatkan nilai tambah dan daya saing agar dapat mengoptimalisasi pasar domestik dan menembus pasar ekspor.
Mendag menekankan pentingnya memastikan produk pakan hewan peliharaan dalam negeri menjadi pilihan utama di tengah berbagai pilihan produk pakan impor. Ia berharap lebih banyak pakan hewan peliharaan yang diproduksi produsen lokal yang berkualitas.
"Pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan sangat besar dan kami dorong produsen lokal untuk memasuki pasar ini dengan lebih optimal. Kementerian Perdagangan mendorong industri ini agar terus berkembang sehingga ekonomi kita juga tumbuh," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Menurut Budi, besarnya pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan telah menunjukkan adanya peluang yang penting untuk dimanfaatkan.
Untuk itu, pelaku usaha lokal perlu memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan kualitas, dan menghadirkan produk yang mampu bersaing dengan produk impor, sekaligus menembus pasar ekspor.
Ia juga mengatakan upaya peningkatan daya saing dapat berkontribusi dalam membuka peluang ekspor. Peluang ekspor produk pakan hewan peliharaan Indonesia pun semakin terbuka dengan adanya berbagai perjanjian perdagangan yang dimiliki Indonesia dengan berbagai negara mitra.
Salah satunya perjanjian dagang melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang diagendakan untuk ditandatangani tahun ini.
"Indonesia sudah memiliki banyak perjanjian dagang dengan berbagai negara, termasuk dengan Uni Eropa yang akan ditandatangani tahun ini. Dengan perjanjian dagang tersebut, peluang pasar bagi produk Indonesia semakin terbuka," jelasnya.
Kinerja ekspor produk pakan hewan peliharaan Indonesia tercatat menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 31,98 persen pada periode 2021-2025.
Pada tahun 2025, nilai ekspor segmen ini mencapai 8,66 juta dolar AS di mana negara tujuan utama adalah India dengan pangsa 53,60 persen; diikuti Malaysia sebesar 18,50 persen; Jepang 8,96 persen; Filipina 7,88 persen dan Hong Kong 4,77 persen.
Sementara itu pada periode Januari-Juni 2026, ekspor pakan hewan peliharaan Indonesia tercatat sebesar 3,43 juta dolar AS.
Di pasar global, Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk meningkatkan penetrasi produk pakan hewan peliharaan. Indonesia berada pada peringkat ke-59 sebagai pemasok sektor ini dengan pangsa pasar 0,03 persen.
Beberapa eksportir utama sektor ini di antaranya Jerman dengan pangsa 12,18 persen, diikuti Thailand 10,24 persen, Polandia 9,46 persen, Amerika Serikat 8,68 persen, dan Prancis 8,63 persen.
Baca juga: Mendag: "Pet food" lokal tembus pasar Filipina senilai Rp3 miliar
Baca juga: Mendag optimistis RI terus catatkan surplus neraca perdagangan
Baca juga: Mendag optimistis IEU-CEPA ditandatangani akhir Oktober 2026
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































