Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Duta Besar Kesultanan Oman untuk Indonesia Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari, yang salah satu pembahasannya perihal peluang beasiswa bagi pelajar Indonesia di kampus-kampus Oman.
"Selama ini, banyak mahasiswa Indonesia memilih Istanbul dan Ankara sebagai tujuan studi di luar negeri, saya rasa Oman memiliki potensi besar sebagai alternatif tujuan pendidikan Islam yang belum banyak dikenal," ujar Menag di Jakarta, Kamis.
Menag menyampaikan peluang kerja sama beasiswa itu perihal studi agama dan bahasa Arab. Di samping itu, Nasaruddin Umar juga menyampaikan kebutuhan mendesak akan 2.000 guru bahasa Arab penutur asli (Native Speaker) untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar di lembaga-lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian.
Oman disebut sebagai salah satu sumber potensial untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Rencana kerja sama ini disambut baik oleh Dubes Oman Mohamed Ahmed Salim Al-Shanfari. Ia mengatakan kedua negara telah menjalin kedekatan selama hampir 300 tahun, dengan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri yang serupa.
Oman bahkan pernah menyelenggarakan pameran yang mengangkat pesan Islam moderat, toleransi, dan perdamaian dengan nilai-nilai yang juga menjadi landasan kebijakan keagamaan Indonesia.
Di sektor perdagangan, potensi kerja sama juga terbuka lebar. Produk tekstil dan aksesori dari Oman disebut memiliki peluang untuk masuk ke pasar Indonesia.
Pelabuhan-pelabuhan Oman secara historis menjadi jalur dagang Asia yang strategis, dan potensi tersebut diyakini masih relevan untuk dikembangkan kembali di era modern.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perjanjian kerja sama konkret antara Indonesia dan Oman, terutama dalam membuka jalur penerbangan langsung dan program beasiswa yang dapat memperkuat ikatan antara kedua negara.
Baca juga: Menag tegaskan tak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual
Baca juga: Kemenag dorong pengembangan pola asuh ramah anak di pesantren
Baca juga: Indonesia perluas kerja sama akses beasiswa ke China, Korea, Jepang
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































