Marinir jelaskan prosedur penanganan peserta sakit saat latsarmil

2 days ago 4

Jakarta (ANTARA) - Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) menjelaskan prosedur penanganan medis apabila terdapat peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang mengalami gangguan kesehatan selama pendidikan.

Komandan Batalyon Latihan SPPI KDMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol Marinir Agus Mutaqin mengatakan peserta yang mengalami keluhan kesehatan terlebih dahulu melaporkan kondisinya kepada komandan peleton.

"Mereka melaporkan ke tingkat bawah, dalam hal ini Danton (Komandan Peleton). Kemudian Danton melapor ke Danki (Komandan Kompi), dan Danki melapor ke Danyonlat (Komandan Batalyon Latihan)," kata Agus saat ditemui di Markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis.

Sambil proses pelaporan berlangsung, peserta yang sakit akan segera mendapatkan penanganan medis dari fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan markas.

"Namun apabila dari Peleton Kesehatan (Tonkes) atau dokter kami tidak mampu menangani, sudah disiapkan rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Marinir Cilandak yang akan segera melakukan penanganan, rawat inap, dan sebagainya," ujarnya.

Selain menyiapkan mekanisme penanganan medis, Korps Marinir juga menerapkan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama pelatihan.

Peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu tidak diikutsertakan dalam kegiatan fisik yang berat.

"Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan," kata Agus.

Menurut dia, data kondisi kesehatan peserta diperoleh dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum mengikuti latsarmil.

Peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu kemudian diarahkan untuk lebih banyak mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas sesuai kondisi kesehatannya.

Agus mengatakan hingga saat ini seluruh rangkaian latsarmil masih berjalan aman dan kondusif.

Ia berharap proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik sehingga para peserta memperoleh pengetahuan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang dapat diterapkan saat mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti latsarmil selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta terbagi dalam empat kompi, dengan masing-masing kompi terdiri atas enam peleton.

Selama mengikuti pendidikan, mereka menjalani berbagai materi latihan dasar kemiliteran yang bertujuan menumbuhkan disiplin, semangat pengabdian, dan jiwa nasionalisme.

Baca juga: Komisi I dorong evaluasi latsarmil usai tiga peserta SPPI meninggal

Baca juga: TNI: Peserta latsarmil dengan riwayat penyakit tak ikut latihan fisik

Baca juga: TNI beri hukuman fisik ke manajer KMP yang tak disiplin saat latsarmil

Pewarta: Walda Marison
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |