Mahyeldi: Daerah harus jadi ruang tumbuh pemimpin masa depan

6 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai pemerintah daerah harus menjadi ruang tumbuh sumber daya manusia unggul untuk melahirkan pemimpin masa depan Indonesia.

“Masa depan bangsa tidak dimenangkan oleh teknologi semata, tetapi oleh manusia yang mampu memberinya arah,” kata dia dalam kuliah umum sekaligus peluncuran buku di Institut SEBI, Depok, Jawa Barat, dikutip di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pembangunan daerah perlu diukur dari kemampuan pemerintah membangun manusia yang memiliki kompetensi, karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi, di samping pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan investasi.

Menurut dia, pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam pembinaan sumber daya manusia karena berada paling dekat dengan masyarakat.

Ekosistem pembinaan manusia mencakup sekolah, perguruan tinggi, keluarga, dunia usaha, masyarakat, desa dan nagari, serta pemerintah.

Ia mengatakan besarnya jumlah penduduk usia produktif harus dipandang sebagai peluang yang perlu dikelola secara serius.

Baca juga: IFG berikan beasiswa untuk mahasiswa STIH Adhyaksa, siapkan SDM unggul

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dikutip dalam paparannya, jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, dengan 148,19 juta orang bekerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka 4,65 persen.

Mahyeldi menilai kondisi tersebut membutuhkan kebijakan yang mampu menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk melalui peningkatan keterampilan, penguatan literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta pemberian ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.

“Kepemimpinan nasional pada akhirnya juga dibangun dari daerah. Daerah harus menjadi tempat lahirnya manusia yang kompeten, berkarakter, berani mengambil tanggung jawab, dan mampu bekerja untuk kepentingan yang lebih luas,” ujarnya.

Dalam menghadapi perubahan akibat perkembangan AI, ia menawarkan konsep 4I, yakni iman, ilmu, integritas, dan inovasi.

Menurut dia, keempat unsur tersebut diperlukan agar teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kapasitas manusia dan menghasilkan solusi bagi masyarakat.

Selain itu, ia menawarkan pendekatan pembinaan 5T, yakni temukan, tempa, tingkatkan, tumbuhkan, dan tugaskan.

Pendekatan itu mencakup identifikasi potensi, pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, pembangunan jejaring dan ruang berkarya, hingga pemberian kesempatan kepada generasi muda untuk memimpin penyelesaian persoalan nyata.

Ia juga menyinggung tradisi kepemimpinan Sumatera Barat yang melahirkan sejumlah tokoh nasional, seperti Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Haji Agus Salim, Tan Malaka, dan Buya Hamka.

Ia menilai sejarah tersebut perlu menjadi pijakan untuk membangun ekosistem yang memungkinkan lahirnya pemimpin baru sesuai kebutuhan zaman.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli yang juga memberikan kuliah umum pada acara yang sama mengatakan tantangan Indonesia saat ini ialah menciptakan pekerjaan berkualitas tinggi yang mengandalkan keahlian dan riset.

Ia menyoroti posisi Indonesia di peringkat ke-55 dari 139 negara dalam indeks inovasi global 2025 serta perlunya peningkatan kualitas talenta dan tenaga kerja berbasis pengetahuan.

Kepada mahasiswa, ia menekankan hal-hal yang perlu dimiliki pemuda, yakni kompeten, serba ingin tahu, peduli, dan pemberani, serta mendorong mereka membangun keterampilan nyata melalui karya, organisasi, proyek, dan pengabdian masyarakat.

Terkait perkembangan AI, ia meminta generasi muda tidak takut bersaing dengan teknologi tersebut.

Menurut dia, pesaing manusia pada masa depan ialah sesama manusia yang mampu memanfaatkan AI, sedangkan empati, etika, dan hubungan antar-manusia tetap menjadi kemampuan yang perlu dikembangkan.

Baca juga: Kemenkum Bengkulu dukung Unived cetak generasi unggul dan sadar hukum

Baca juga: UAJ beri penghargaan mahasiswa guna tingkatkan semangat berdaya saing

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |