Kabupaten Padang Pariaman (ANTARA) - Ratusan mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta dan siswa Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pariaman bergotong royong membersihkan rumah warga yang masih tertimbun material banjir dan tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
"Kami di sini bergotong royong membantu membersihkan rumah-rumah warga yang masih tertimbun material lumpur," kata salah seorang mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jakarta, Ando Purba, di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis.
Ando bersama mahasiswa dan siswa SUPM Pariaman yang berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu sudah bergotong royong membersihkan rumah-rumah warga terdampak banjir bandang sejak Senin (26/1/2026). Kegiatan sosial ini akan terus berlanjut hingga rumah dan lingkungan terdampak kembali pulih.
Ratusan mahasiswa Politeknik Ahli Usaha Perikanan tersebut dikerahkan ke sejumlah titik di antaranya Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk membantu percepatan pemulihan daerah terdampak bencana menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
"Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan karena tertimbun material lumpur," kata mahasiswa asal Kabupaten Dharmasraya tersebut.
Baca juga: Pemkab Agam usulkan 65 IKM terkena bencana dapat bantuan ke Kemenperin
Senada siswa SUPM Pariaman Gilang Saputra mengatakan, selain membersihkan rumah-rumah warga mereka juga membantu membersihkan saluran drainase, pekarangan rumah warga yang masih terdampak material banjir, hingga sejumlah fasilitas publik.
"Kehadiran kami di sini untuk membantu warga yang rumahnya tertimbun lumpur," kata Gilang.
Salah satu kesulitan mahasiswa dan siswa di lokasi bencana ialah material lumpur yang cukup tebal dan mulai mengeras. Untuk membersihkannya dibutuhkan alat-alat berupa sekop, cangkul, dan gerobak.
Terpisah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyambut baik langkah KKP yang menugaskan 1.142 taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan untuk membantu percepatan penanganan dampak bencana di Sumatera.
Tito mendorong para taruna KKP untuk memanfaatkan penugasan tersebut sebagai praktik langsung penerapan ilmu kelautan dan perikanan. Menurut dia, banyak tambak nelayan dan alur sungai yang terdampak lumpur dan sedimentasi sehingga membutuhkan pendampingan teknis.
Baca juga: Kementrans terima permohonan transmigrasi lokal 60 KK di Sumbar
Baca juga: TNI AU bersihkan permukiman warga dari lumpur pascabanjir di Sumbar
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































