Jakarta (ANTARA) - Liga Muslim Dunia mengajak pemimpin muda, mahasiswa, peneliti, dan aktivis dari berbagai latar belakang agama dan budaya untuk memperkuat keterlibatannya dalam membangun perdamaian dunia.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan dunia Islam maupun komunitas global,” ujar Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Sheikh Dr. Mohammed Al-Issa dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Sheikh Mohammed Al-Issa mengatakan investasi pada pengembangan intelektual, pendidikan, keterampilan profesional, dan kepemimpinan kaum muda merupakan kebutuhan mendesak di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.
Ia menekankan generasi muda tidak hanya menjadi pewaris masa depan, tetapi juga aktor penting yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan global, mulai dari konflik sosial, perubahan budaya, hingga perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Liga Muslim juga turut menyoroti berbagai upaya pemberdayaan generasi muda melalui peningkatan kapasitas akademik, penguatan kompetensi profesional, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
Bagi Indonesia, penguatan peran generasi muda dalam membangun dialog dan menjaga persatuan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kohesi sosial dan stabilitas nasional.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengembangkan budaya dialog yang konstruktif di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang akan menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia di tingkat global.
“Kita harus memperkuat persatuan di antara bangsa kita meskipun kita berbeda agama, berbeda negara. Justru perbedaan itu menjadi kekuatan kita untuk terus bersatu menciptakan perdamaian di atas dunia,” kata Ahmad Muzani.
Liga Muslim Dunia merupakan organisasi Islam internasional yang berkomitmen mempromosikan moderasi, dialog antaragama, kerja kemanusiaan, serta kerja sama antarperadaban.
Didirikan pada 1962 dan berkantor pusat di Makkah, Arab Saudi, organisasi tersebut memiliki jaringan kantor di berbagai negara dan menjalin hubungan konsultatif dengan sejumlah lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO, dan UNICEF.
Baca juga: Liga Muslim Dunia gelar lomba Al-Quran tunanetra pertama di Indonesia
Baca juga: Sekjen Liga Muslim Dunia ajak umat Islam bersatu hadapi Islamofobia
Baca juga: Sekjen Liga Muslim Dunia serukan persatuan umat di Masjid Istiqlal
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































