Laporan: Tentara AS kecewa konflik Iran, "Tak ingin mati untuk Israel"

4 hours ago 2

Moskow (ANTARA) - Beberapa personel militer AS kecewa dengan kampanye serangan militer terhadap Iran dan mengatakan mereka "tidak ingin mati untuk Israel," demikian laporan situs web HuffPost dengan mengutip sejumlah sumber.

Publikasi tersebut, yang mewawancarai personel militer, pasukan cadangan AS, dan organisasi hak asasi manusia yang membela personel militer, mengeklaim bahwa beberapa personel yang terlibat dalam konflik ini mengeluh tentang kerentanan, stres berat, tekanan psikologis, dan rasa frustrasi, hingga mereka bahkan mempertimbangkan untuk meninggalkan karier kemiliteran.

"Saya mendengar dari mulut para anggota militer kata-kata, 'Kami tidak ingin mati untuk Israel — kami tidak ingin menjadi pion-pion politik,'" kata seorang pasukan cadangan dan mentor prajurit muda seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan pula bahwa anggota pasukan cadangan lain, yang tetap berhubungan dengan militer yang terlibat dalam konflik tersebut, juga berbicara kepada Huffpost tentang tren serupa.

Publikasi tersebut menekankan bahwa ketidakpuasan di dalam militer AS terkait dengan operasi Washington di Timur Tengah, serta masalah moral di antara para anggota militer, dapat membuat kampanye tersebut semakin mungkin untuk tidak berhasil.

Publikasi tersebut mencatat bahwa sejumlah pasukan cadangan menyebutkan kurangnya narasi yang jelas dan konsisten, yang dapat memberikan pembenaran akan agresi yang telah dilakukan oleh AS bersama-sama dengan Israel dalam melawan Iran, sebagai faktor utama yang menurunkan moral.

Sebelumnya pada Jumat (20/3), CBS News melaporkan dengan mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi tersebut, bahwa Pentagon telah menyiapkan rencana terperinci untuk kemungkinan pengerahan pasukan darat di Iran.

Langkah tersebut dilakukan Pentagon dalam rangka memberikan pemerintahan Trump berbagai opsi skenario militer di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Seperti diwartakan, AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari. Iran melancarkan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: AS-Israel serang kapal sipil, Iran ancam akan membalasnya

Baca juga: Iran siap serang balik jika infrastrukturnya diserang AS-Israel

Baca juga: AS evakuasi lebih dari 50.000 warganya dari Timteng sejak 28 Februari

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |