Gianyar, Bali (ANTARA) - Lembaga konservasi Bali Zoo di Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali mencatat lonjakan kunjungan wisatawan hingga 120 persen saat libur Lebaran 2026.
“Kunjungan sebanyak 60 persen itu wisatawan Nusantara termasuk lokal dan sisanya 40 persen wisatawan asing,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Bali Zoo Emma Kristiana Chandra di Gianyar, Bali, Senin.
Adapun puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Minggu (22/3) sekitar 2.200 orang pengunjung atau naik kisaran 120 persen dibandingkan kunjungan hari biasa kisaran 800-1.200 orang.
Ia memperkirakan kunjungan masih tetap tinggi pada Senin ini meski memasuki arus balik Lebaran mengingat masih berlangsung periode cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah yang didominasi wisatawan asal Jakarta, Surabaya dan kota lain di Indonesia.
“Saat ini kami perkirakan kunjungan masih berkisar dua ribuan orang,” ucapnya.
Pengelola kebun binatang seluas 12 hektare itu memperkirakan kunjungan masih tetap tinggi pada Selasa (24/3) atau pada hari terakhir cuti bersama, sebelum aktivitas harian masyarakat kembali dilaksanakan usai libur panjang pada Rabu (25/3).
Emma menambahkan selain didorong libur panjang, kunjungan meningkat diperkirakan karena adanya interaksi baru yang dihadirkan pengelola kebun binatang itu yakni lebih dekat dengan hewan kapibara.
Pihaknya memiliki koleksi masing-masing tiga ekor kapibara jantan dan betina yang berusia enam hingga sembilan bulan.
Pengunjung juga dapat memberi makan mamalia pengerat terbesar di dunia itu dengan pangan favorit mereka seperti jagung, daun jagung dan rumput gajah.
Rata-rata per hari, hewan dengan populer disebut “Mas Bro” di internet itu memakan 1-2,5 kilogram pangan tersebut.
“Kapibara menjadi daya tarik baru yang kini banyak dicari pengunjung,” ucap Emma.
Selain berinteraksi lebih dekat dengan sejumlah satwa di lembaga konservasi itu, wisatawan juga mendapat edukasi khususnya kepada generasi muda terkait keberlangsungan hidup satwa dilindungi dan terancam punah.
Aktivitas lain yang bisa dilakukan di tempat wisata itu yakni atraksi air yang tersedia untuk anak-anak.
Lembaga konservasi itu memiliki koleksi 65 spesies dengan total mencapai 600 satwa endemik Indonesia dan seluruh dunia.
Baca juga: Bali Zoo buka wahana baru sambut libur tahun baru
Baca juga: BKSDA Bali ancam cabut izin lembaga konservasi terkait gajah tunggang
Baca juga: Bali Zoo lepasliarkan 12 rusa timor di TNBB
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































