Cilegon (ANTARA) - Lalu lintas di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, terpantau ramai lancar pada hari Sabtu yang diprediksi sebagai puncak arus balik Lebaran 2025.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu sekitar pukul 23.00 WIB, arus kendaraan keluar dan masuk Pelabuhan Merak terpantau padat, tetapi tidak sampai terjadi penumpukan yang menyebabkan antrean panjang.
Sementara itu, lalu lintas jalan arteri dari arah Pelabuhan Merak menuju Kota Cilegon maupun Gerbang Tol Merak juga terpantau padat, tetapi tidak sampai menyebabkan antrean panjang.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Banten Kombes Pol. Leganek Mawardi sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas demi mengurai kepadatan kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Kombes Pol. Leganek menjelaskan bahwa rekayasa itu dengan melakukan skrining (pemeriksaan) kendaraan yang tiba, kemudian petugas mengarahkan arus lalu lintas mulai dari dermaga-dermaga di Pelabuhan Merak menuju jalur arteri maupun tol.
Dijelaskan oleh Dirlantas bahwa kendaraan roda empat dari dermaga reguler dan eksekutif Pelabuhan Merak langsung dialirkan melalui jalur layang (flyover) bagian kanan menuju jalur Tol Merak.
Baca juga: Pelabuhan Merak siap terima limpahan kepadatan pemilir dari Bakauheni
Baca juga: TBB bakal diberlakukan di Pelabuhan Merak jika pemilir ramai
Dikatakan pula bahwa kendaraan roda dua dikhususkan di Dermaga 5 dan 7 untuk ditampung terlebih dahulu di dermaga Pelabuhan Indah Kiat, kemudian dialirkan ke flyover bagian kiri menuju jalur arteri. Skema ini pun dikawal oleh polisi.
"Kami kawal sampai dengan perbatasan Cilegon," kata Kombes Pol. Leganek saat ditemui di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Sabtu.
Di samping itu, Polda Banten juga menerapkan sistem tiba, bongkar, berangkat (TBB). Dengan sistem tersebut, kapal yang bersandar di Merak hanya membongkar muatan, lalu berlayar kembali menuju Bakauheni tanpa mengangkut kendaraan maupun penumpang baru.
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Kemas Indra Natanegara menjelaskan bahwa pemberlakuan TBB tersebut merupakan hasil koordinasi kepolisian dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat guna mengurai kepadatan.
“Tadi (TBB) diberlakukan mulai pukul 20.00 WIB. Sampai situasional nanti. Lihat situasi, apabila sudah landai, mungkin bisa untuk bongkar, muat, dan berangkat kembali," kata AKBP Kemas kepada ANTARA saat ditemui di Pelabuhan Merak, Sabtu.
Tidak hanya itu, Pelabuhan Ciwandan yang berlokasi sekitar 11 kilometer dari Pelabuhan Merak berfungsi kembali untuk menerima lonjakan jumlah pemilir dari Pelabuhan Bakauheni. Personel kepolisian pun sudah disiagakan di pelabuhan tersebut.
"Informasi nanti adanya empat kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Ciwandan, khususnya didominasi oleh roda dua," ujarnya.
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2025