Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menggelar pemilihan Duta UMKM 2026 sebagai upaya memperkuat pembinaan sekaligus memperluas promosi produk lokal.
“Kami di sini hadir sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan pembinaan terhadap UMKM. Pemilihan Duta UMKM ini pertama kali dilaksanakan di Kotim,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotawaringin Timur Muslih di Sampit, Jumat.
Pemilihan Duta UMKM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah menghadirkan pendamping yang mampu membantu pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Dari ajang ini dipilih enam Duta UMKM yang menjadi mitra DKUKMPP dalam membantu pelaku usaha, khususnya pada aspek promosi, pemasaran dan penguatan citra produk lokal.
Muslih menyebut keberadaan Duta UMKM tidak berhenti setelah proses seleksi selesai karena para finalis terpilih mendapat pembinaan bertahap melalui pelatihan yang melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika serta narasumber lain yang memiliki kompetensi di bidang pemasaran digital, komunikasi publik, dan pengembangan usaha.
Langkah ini juga menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran pemerintah akibat kebijakan efisiensi. Pihaknya berupaya membangun kolaborasi dengan perusahaan maupun instansi lain untuk mendukung pelaksanaan pelatihan dan pemberdayaan UMKM.
“Kami berinovasi dengan menggandeng pihak ketiga, baik perusahaan maupun instansi lain, melakukan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM. Nantinya Duta UMKM inilah yang mendampingi kami dalam program-program pembinaan tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Pemuda Kotawaringin Timur kian semangat pacu UMKM dan ekonomi kreatif
Baca juga: Kotim lestarikan kuliner tradisional melalui lomba malamang
Ia menilai pola pemasaran telah berubah seiring perkembangan teknologi sehingga pelaku usaha tidak lagi dapat mengandalkan metode penjualan konvensional. Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu kunci agar produk UMKM lebih dikenal masyarakat.
“Sekarang kita tidak bisa lagi berjualan dengan cara tradisional. Kita harus memanfaatkan media sosial agar produk bisa viral, tersebar lebih luas dan mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar,” lanjutnya.
Pemilihan Duta UMKM 2026 terbuka bagi masyarakat berusia 17 hingga 30 tahun. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), hingga masyarakat umum.
Target peserta sebanyak 15 orang berhasil terpenuhi meski proses penjaringan sempat terkendala masa libur sekolah. Dari jumlah tersebut dipilih enam orang Duta UMKM yang memiliki bidang tugas berbeda sesuai kompetensi masing-masing.
Dalam proses seleksi, panitia mengutamakan peserta yang memiliki kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), komunikasi yang baik, serta pengetahuan dasar mengenai teknologi informasi. Kompetensi tersebut dinilai menjadi modal penting sebelum para peserta mendapatkan pelatihan lanjutan.
Baca juga: Diaspora Indonesia di Singapura gelar pemilihan Duta UMKM
Baca juga: Gubernur minta 13 Calon Dubes promosikan UMKM Jawa Barat
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































