Kopaska gelar latihan penanganan pembajakan pesawat dan penjinakan bom

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL menggelar latihan simulasi penjinakan bom saat operasi perebutan pesawat yang dibajak musuh.

Latihan tersebut dilakukan untuk mengasah kemampuan tempur Kopaska agar selalu siap diterjunkan dalam misi berbahaya.

"Dalam situasi sekarang ini latihan menjadi hal yang sangat mahal, namun tidak menyurutkan semangat Kopaska untuk tetap berlatih," kata Komandan Kopaska Koarmada RI Laksma TNI Sadarianto dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam siaran tersebut, dijelaskan bahwa latihan ini digelar di lingkungan Bandara Internasional Juanda yang merupakan objek vital nasional di wilayah kerja TNI AL.

Kegiatan latihan tersebut berlangsung selama 14 hari sejak 15 April sampai 28 April 2026. Sadarianto menjelaskan, selama 14 hari para pasukan telah melakukan ragam tahapan latihan.

Puncak dari rangkaian latihan tersebut yakni simulasi perebutan pesawat yang dibajak dan penjinakan bom.

"Skenario latihan ini disimulasikan sebuah pesawat yang sedang dibajak dipaksa mendarat di Bandara Juanda, kemudian Tim Kopaska merebut kembali pesawat dari tangan pembajak," kata dia.

"Namun dalam penanganannya, ditemukan IED (Improvised Explisived Device), selanjutnya Tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) Kopaska melaksanakan identifikasi, evakuasi dan penjinakan di lokasi steril yang aman menggunakan peralatan EOD Kopaska," tambah dia.

Sadarianto melanjutkan rangkaian simulasi berjalan dengan lancar dan seluruh pasukan menuntaskan misi tersebut dengan baik.

Dengan adanya latihan ini, dia berharap kemampuan pasukan Kopaska TNI AL semakin meningkat dalam menjaga objek vital nasional.

Baca juga: TNI AL asah kemampuan personel di bidang proses evakuasi bawah air

Baca juga: KRI Alamang-644 latihan peran tempur bahaya udara di Selat Malaka

Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |