Petani kopi Nusantara harus sejahtera

1 hour ago 3
Kopi yang benar-benar “naik kelas” adalah kopi yang mampu mengangkat kesejahteraan petani di desa-desa Nusantara.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia tidak pernah kekurangan kopi unggul. Dari Gayo, Toraja, Kintamani, hingga Papua, kopi Nusantara telah lama menjadi penanda kekayaan alam sekaligus identitas budaya yang mengakar.

Namun di balik reputasi global itu, terselip persoalan yang tak kunjung tuntas: petani —sebagai produsen utama— justru masih berada di titik paling rapuh dalam rantai nilai. Mereka menanam, merawat, dan memanen biji-biji terbaik, tetapi kerap hanya menikmati sebagian kecil dari nilai ekonomi yang dihasilkan.

Ironisnya, dalam skala makro, kopi justru menempati posisi strategis. Indonesia kini berada di peringkat keempat produsen kopi dunia, dengan kontribusi sekitar 7 persen terhadap produksi global pada musim 2025/2026. Produksi nasional diperkirakan melampaui 11–12 juta karung (60 kilogram per karung), dan terus menunjukkan tren peningkatan.

International Coffee Organization (ICO) menegaskan bahwa harga kopi dunia tengah bertahan pada level tinggi dalam beberapa tahun terakhir, dipicu gangguan pasokan dan dampak perubahan iklim di negara-negara produsen utama. Situasi ini semestinya menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat pijakan di pasar global.

Dari sisi perdagangan, kinerja ekspor juga menunjukkan capaian yang mengesankan. Pada semester pertama 2025, Indonesia mengekspor sekitar 206,7 ribu ton kopi ke pasar utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Timur Tengah, melanjutkan tren positif yang ditopang oleh meningkatnya permintaan global serta daya saing kopi nasional.

Secara tahunan, data BPS mencatat bahwa pada 2024 ekspor kopi mencapai sekitar 312,9 ribu ton dengan nilai 1,62 miliar dolar AS, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya seiring lonjakan harga kopi dunia akibat gangguan produksi di negara produsen utama.

Tren ini berlanjut pada 2025, di mana nilai ekspor diperkirakan melonjak hingga sekitar 2,5 miliar dolar AS atau naik sekitar 54 persen (year-on-year), menegaskan posisi kopi sebagai salah satu komoditas ekspor pertanian unggulan sekaligus sumber devisa yang semakin penting bagi Indonesia.

Baca juga: Menciptakan peluang kesejahteraan petani kopi Indonesia

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |