Chongqing (ANTARA) - Monyet makaka merupakan spesies di bawah perlindungan tingkat dua nasional di China. Sekitar tahun 2000, populasi spesies tersebut di kawasan Tiga Ngarai Kecil menyusut hingga kurang dari 100 ekor akibat penggundulan hutan dan pembukaan lahan yang menggerus habitat alaminya.
Sejumlah upaya konservasi pun dilakukan otoritas setempat, mulai dari merelokasi warga dari habitat-habitat utama satwa liar, membongkar dermaga yang berada di lokasi yang biasa menjadi tempat berkumpul monyet makaka, hingga meluncurkan upaya reboisasi skala besar. Saat ini, kawasan tersebut telah dihuni beberapa ribu ekor monyet makaka.
Namun demikian, bertambahnya populasi monyet makaka menyebabkan ketersediaan pangan di pegunungan semakin menipis. Guna meredakan konflik antara monyet makaka dan warga setempat, pemerintah daerah mendirikan empat lokasi pemberian makan, di mana staf secara teratur menyediakan jagung untuk primata tersebut.
Salah seorang staf pemberi makan, Gong Qingbing, telah mendedikasikan dirinya dalam rutinitas tersebut selama 22 tahun. Peluit yang ditiupnya menjadi sinyal panggilan yang familiar antara dirinya dan monyet-monyet tersebut.
"Saya berharap pegunungan akan menjadi lebih hijau dan air menjadi lebih jernih, dan baik monyet makaka maupun warga setempat dapat hidup lebih baik," kata Gong.
Gong Qingbing membawa sekantong makanan untuk monyet makaka di lokasi pemberian makan di wilayah Wushan, Chongqing, China barat daya, pada 31 Mei 2026. (Xinhua/Huang Wei)
Gong Qingbing meniup peluit untuk memberi tahu monyet-monyet setelah memberi makan monyet-monyet tersebut di kawasan wisata Tiga Ngarai Kecil di Kabupaten Wushan, Chongqing, China barat daya, pada 31 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Huang Wei)
Sebuah kapal wisata di Kabupaten Wushan, Chongqing, China barat daya pada 31 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Huang Wei)
Kera liar di kawasan wisata Tiga Ngarai Kecil di Kabupaten Wushan, Chongqing, China barat daya pada 31 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Huang Wei)
Sejumlah monyet makaka liar di kawasan wisata Tiga Ngarai Kecil di wilayah Wushan, Chongqing, China barat daya pada 31 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Huang Wei)
Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Tiga Ngarai Kecil dengan perahu di Kabupaten Wushan, Chongqing, China barat daya, pada 31 Mei 2026. (ANTARA/Xinhua/Huang Wei)Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































