‎Komisi IV: Revitalisasi pabrik pupuk investasi kemandirian industri

1 hour ago 1
Sejak awal bangsa ini menegaskan satu prinsip mendasar, Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan dari bangsa lain,

Bontang, Kaltim (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, dikenal Titiek Soeharto menyatakan, revitalisasi atau revamping pabrik pupuk merupakan investasi strategis untuk memperkuat kemandirian industri sekaligus ketahanan pangan nasional.‎

Penegasan itu disampaikan saat peresmian Revamping Amonia Pabrik II milik Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis.

‎"Revamping ini kami pandang sebagai investasi jangka panjang bagi kedaulatan pangan nasional dan kemandirian industri strategis," kata dia.

‎Titiek menekankan bahwa Pabrik Amonia Kaltim II bukan sekadar fasilitas industri, melainkan bagian penting dari sejarah ketahanan pangan Indonesia.

Baca juga: Produksi Pupuk Kaltim lampaui target, capai 6,67 juta ton di 2025

Ini karena sebelum direvitalisasi selama empat dekade, pabrik ini menjadi penopang penyediaan amonia sebagai bahan baku strategis pupuk nasional yang menjaga produktivitas pertanian dan penghidupan jutaan petani.

‎“Sejak awal bangsa ini menegaskan satu prinsip mendasar, Indonesia tidak boleh menggantungkan pangan dari bangsa lain,” ujarnya. ‎

Oleh karena itu, lanjutnya, industri pupuk dibangun sebagai instrumen strategis negara untuk memastikan sawah tetap ditanami, petani terus berproduksi, dan kedaulatan pangan terjaga.‎

Ia menilai revamping Pabrik Amonia Kaltim II bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan keputusan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mentransformasi industri pupuk agar lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. ‎

Baca juga: PKT kembangkan industri rendah karbon di Bontang

Menurutnya, melalui penerapan teknologi modern di pabrik ini, efisiensi energi dan pemanfaatan gas alam dapat ditingkatkan, serta emisi ditekan hingga sekitar 110 ribu ton CO2 ekuivalen per tahun.

Momentum revamping ini juga dinilai selaras dengan agenda besar bangsa untuk mewujudkan sistem pangan berkelanjutan serta transformasi industri nasional yang semakin efisien, tangguh, dan ramah lingkungan.

Lebih lanjut, bagi Komisi IV DPR RI, kata Titiek, industri pupuk bukan sekadar urusan bisnis, melainkan menyangkut nasib petani dan masa depan pangan bangsa.‎

Sebelumnya, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan bahwa Pabrik Amonia II di PKT merupakan pabrik tertua yang diresmikan pada 29 Oktober 1984 oleh Presiden Soeharto, yang sejak awal dibangun dengan visi besar kemandirian industri dan ketahanan pangan.

Baca juga: Mentan sebut revitalisasi industri pupuk bisa turunkan harga 20 persen

Menurut dia, visi tersebut terus dilanjutkan hingga saat ini melalui peremajaan pabrik yang diresmikan pada 29 Januari 2026, yang memiliki makna historis karena menjadi jembatan lintas generasi, sekaligus bertepatan dengan capaian Indonesia yang kembali diumumkan mencapai swasembada pangan.

Peremajaan Pabrik Amonia II mampu menghemat biaya operasional hingga Rp200 miliar serta menurunkan emisi sebesar 110 ribu ton sehingga lebih ramah lingkungan, katanya menjelaskan.

‎Rahmad menegaskan bahwa Revamping Amonia II merupakan bagian dari tujuh komitmen Pupuk Indonesia kepada pemerintah, di mana satu pabrik telah diresmikan dan tiga pabrik lainnya masih dalam proses pembangunan.

Baca juga: Mentan: Hilirisasi gambir hingga kelapa beri nilai tambah Rp10 ribu T

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |