Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang memberi kesempatan koruptor untuk bertobat mengembalikan uang rakyat sebagai bentuk hukuman yang menekankan pada efektivitas manfaat.
"Itu kan pidato beliau di depan mahasiswa Indonesia di Mesir, Kairo, ketika beliau menyampaikan pidato di Kairo sana, tapi memang arah hukuman terhadap narapidana dalam tren hukum internasional itu pada efektivitas manfaat. Menghukum harus memberi nilai manfaat," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin.
Dia lantas berkata, "Termasuk, menghukum kepada mereka koruptor, menghukum kepada koruptor harus ada nilai manfaat. Kira-kira seperti itu sebenarnya."
Untuk itu, dia menilai bahwa pidato Presiden Prabowo di hadapan mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir, pada Rabu (18/12), itu hendak menyampaikan gagasan bahwa hukuman maupun manfaat harus berjalan beriringan.
"Di satu sisi hukuman harus berjalan, tapi di sisi lain nilai manfaat bagi negara juga harus ada," ucapnya.
Baca juga: Menkum: Pengembalian aset lebih baik dari sekadar menghukum koruptor
Terkait pernyataan yang dilontarkannya itu, dia menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pun turut menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo.
"Oh kan beliau concern terhadap itu (RUU Perampasan Aset), tapi nanti (pembahasan RUU selanjutnya) akan diumumkan sendiri," kata dia.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya di hadapan mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir, menyebut dia memberi kesempatan koruptor tobat selama mereka mengembalikan hasil curiannya kepada negara.
“Saya dalam rangka memberi kesempatan, memberi kesempatan untuk tobat. Hei para koruptor atau yang pernah merasa mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya mungkin kita maafkan. Tetapi, kembalikan dong. Nanti kita beri kesempatan cara mengembalikannya,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya di Gedung Al-Azhar Conference Center, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (18/12).
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2024