Kepala BRIN minta jajarannya tingkatkan kualitas proposal riset

1 week ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria meminta kepada seluruh periset di lembaga riset negara itu untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian.

"Pemerintah telah memberikan tambahan anggaran riset yang cukup besar. Namun, hingga saat ini jumlah proposal penelitian yang masuk masih jauh di bawah target yang diharapkan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Kepala BRIN menilai tantangan BRIN saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan dana, melainkan ketersediaan gagasan riset yang kuat, terukur, dan berdampak.

Saat ini, ungkap dia, anggaran riset justru bertambah hingga Rp1,9 triliun. Setelah melalui proses evaluasi, nilai proposal yang dinilai layak baru sekitar Rp150 miliar, jauh dari target penyerapan yang diharapkan mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Baca juga: Kepala BRIN tegaskan inovasi harus berdampak langsung pada masyarakat

Arif menekankan persoalan terbesar dunia riset bukan semata keterbatasan anggaran. "Yang lebih mendasar adalah bagaimana peneliti memaknai pekerjaannya," ujarnya menegaskan.

Dalam pandangannya, karya-karya besar lahir ketika pekerjaan bukan lagi sekadar kewajiban administratif. Peneliti yang benar-benar menyatu dengan bidangnya tidak lagi terobsesi pada absensi, target administratif, atau tunjangan kinerja.

Menurut Arif, hampir semua peraih Nobel memiliki pola yang sama, yakni fokus pada satu bidang selama puluhan tahun.

Ia menggarisbawahi peran lembaga riset bukan sekadar mengidentifikasi persoalan, melainkan juga menawarkan solusi berbasis bukti ilmiah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan masukan yang cepat, akurat, dan dapat diterapkan dalam proses pengambilan kebijakan.

"Ketika pemerintah menghadapi berbagai tantangan, yang dibutuhkan adalah solusi. Di situlah peran BRIN sebagai think tank pembangunan menjadi sangat penting," ucapnya.

"Riset yang baik bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi kebijakan, masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri," tutur Arif Satria.

Baca juga: BRIN dekatkan hilirisasi riset untuk sejahterakan masyarakat desa

Baca juga: Kepala BRIN: Kekuatan kebijaksanaan peneliti tak tergantikan oleh AI

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |