Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat mengatakan bahwa pembangunan digital secara menyeluruh atau 360 derajat menjadi kunci kesuksesan dari transformasi digital nasional Indonesia.
Edwin menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan satu aspek seperti infrastruktur digital saja, tapi justru seluruh rangkaian yang membangun digitalisasi mulai dari infrastruktur, inovasi digital, hingga talenta digital perlu turut diperhatikan untuk dikembangkan.
"Fondasinya harus terhubung, ekosistemnya harus mampu tumbuh, dan setiap lapisannya harus tetap terjaga agar digitalisasi berlangsung aman dan terpercaya," ujar Edwin dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Kemkomdigi minta masyarakat waspadai hoaks jelang perayaan HUT RI
Baca juga: Menkomdigi: KIP garda depan informasi jernih dan perangi hoaks
Hal ini juga disampaikan Edwin dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang mewadahi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem digital yang baru-baru ini dihelat di Jakarta.
Edwin kemudian mengambil perumpamaan bahwa ekosistem digital memiliki kesamaan dengan suatu bangunan yang terdiri dari beragam lapisan sebelum benar-benar layak dihuni.
Adapun ekosistem digital sendiri menurut Edwin memiliki lapisan-lapisan penting seperti infrastruktur digital fisik, infrastruktur digital virtual, platform digital, serta aplikasi. Agar ekosistem tersebut bertumbuh dengan baik maka pengembangan tiap lapisan harus dilakukan secara bersamaan.
Apabila hanya satu lapisan saja yang difokuskan maka dikhawatirkan nantinya lapisan lain justru menjadi tantangan yang sulit untuk dibenahi dan berakhir menghambat pertumbuhan yang diharapkan.
"Kalau kita hanya membangun infrastruktur fisik, kita seperti membangun jalan tanpa lalu lintas. Sebaliknya, jika platform dan aplikasi berkembang tanpa didukung infrastruktur yang memadai, kita hanya menciptakan kemacetan dalam ekonomi digital," ujarnya.
Maka dari itu, kini pemerintah tidak lagi berfokus mengembangkan satu aspek seperti infrastruktur digital saja tapi juga berupaya agar konektivitas digital yang sudah ada dapat dioptimalisasi sehingga memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Untuk mencapai transformasi digital nasional yang berhasil maka dari itu Edwin menjelaskan enam strategi utama yang disiapkan Kemkomdigi terdiri dari konektivitas, kompetensi, modal, katalisis, perdagangan, dan kepatuhan.
Keenam strategi tersebut menjadi fondasi pembangunan ekosistem digital yang mampu menghadirkan investasi, melahirkan talenta digital, memperluas pasar, sekaligus memberikan kepastian hukum.
Selain keenam strategi tersebut, ada juga aspek keamanan yang tak boleh luput dari perhatian seluruh pemangku kepentingan di ekosistem digital. Hal itu dikarenakan keamanan bukan lagi sekadar opsi pelengkap tapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses transformasi digital.
Maka dari itu, kepercayaan masyarakat terhadap keamanan terkait digitalisasi di dalam pembangunan ekosistem digital harus dijaga dengan sistem yang baik dan andal.
"Kita tidak dapat meminta masyarakat mengadopsi teknologi jika sistem yang mereka gunakan tidak dapat dipercaya. Karena itu, teknologi tidak hanya harus menghubungkan Indonesia, tetapi juga memberdayakan masyarakat, melindungi hak mereka, dan memperkuat masa depan mereka," Edwin menutup pernyataannya.
Baca juga: Kemkomdigi bekali forum pelajar Indonesia ciptakan ruang digital aman
Baca juga: Menkomdigi: HUT ke-81 RI momentum perkuat kolaborasi insan Kemkomdigi
Baca juga: DTI-CX wadah wujudkan konektivitas digital untuk Indonesia berdaulat
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































