Kementrans harap TEP berdampak nyata di sektor pangan hingga maritim

1 week ago 14
Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga bisa maritim, perkebunan, dan lain sebagainya

Denpasar, Bali (ANTARA) - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi berharap Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 tidak hanya dapat memberikan dampak nyata terhadap pengembangan sektor pangan tapi juga sektor perkebunan hingga maritim di wilayah transmigrasi.

Ia menuturkan, implementasi TEP tahun ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan teknologi tepat guna agar menunjang pengolahan produk unggulan di sejumlah kawasan transmigrasi sesuai dengan rekomendasi hasil riset tahap pertama program tersebut yang berlangsung pada 2025.

“Orientasinya bukan semata-mata untuk tanaman pangan, tetapi juga bisa maritim, perkebunan, dan lain sebagainya,” kata Viva Yoga Mauladi saat ditemui usai menghadiri Musyawarah Wilayah VII Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Bali di Denpasar, Bali, Sabtu.

Sebanyak 1.476 orang terpilih menjadi peserta TEP 2026, terdiri atas 1.230 anggota dan 246 ketua tim, dari total 10.359 pendaftar.

Para peserta yang terpilih tersebut berasal dari 10 perguruan tinggi mitra serta 157 perguruan tinggi lainnya, termasuk sejumlah kampus luar negeri seperti University of Melbourne, University of Glasgow, dan King’s College London.

Viva menyatakan, para peserta nantinya akan ditugaskan ke 54 kawasan transmigrasi prioritas untuk berkolaborasi dengan penduduk setempat dalam mempercepat tumbuhnya pusat ekonomi baru serta menciptakan kreasi dan inovasi yang dapat meningkatkan kemakmuran di kawasan transmigrasi.

“Kami menginginkan di kawasan transmigrasi itu dibangun sebuah sistem pertumbuhan ekonomi yang dampaknya bukan hanya pada (transmigran yang tinggal di) Satuan Pemukiman (SP Transmigrasi), tetapi juga masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia menuturkan, hingga saat ini program transmigrasi mampu mendorong pengembangan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, serta tiga ibu kota provinsi, yakni Tanjung Selor di Provinsi Kalimantan Utara, Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat, dan Salor, Merauke di Provinsi Papua Selatan.

“Itu semuanya adalah produk dari program pembangunan transmigrasi yang telah memindahkan penduduk sebanyak 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa,” ucap Viva.

Baca juga: Enam kawasan transmigrasi jadi lokasi penempatan TEP 2026

Baca juga: 1.182 pendaftar perebutkan 125 kuota TEP di Unhas

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |