Kementerian ESDM targetkan PNBP panas bumi naik jadi Rp2,6 triliun

3 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari panas bumi mencapai Rp2,6 triliun, naik dari realisasi PNBP panas bumi pada 2025 sebesar Rp2,46 triliun.

“Target untuk tahun ini memang naik. Kami semangat untuk menghadirkan Rp2,6 triliun, karena tadi ada banyak pengeboran yang harus dilakukan,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu.

Eniya menyampaikan bahwa sektor panas bumi merupakan satu-satunya dari energi baru dan energi terbarukan (EBT) yang berkontribusi untuk PNBP.

Selain menargetkan peningkatan kontribusi terhadap PNBP, Eniya juga menargetkan untuk 2026, sektor panas bumi dapat menarik investasi hingga 1,1 miliar dolar AS.

“Itu (1,1 miliar dolar AS) untuk 2026 saja. Ke depannya, kami harapkan dengan adanya lelang yang baru, ada investasi sampai 2,2 miliar dolar AS, sekitar Rp39 triliun, ya,” ujar Eniya.

Pada IIGCE 2026, pemerintah menyerahkan izin panas bumi kepada PT PLN (Persero) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran dan PT Telaga Rano Geothermal untuk WKP Telaga Ranu.

Pemerintah juga menyiapkan penawaran lima WKP dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) pada 2026.

Sebanyak lima WKP yang disiapkan untuk penawaran meliputi Danau Ranau, Hamiding, Songgoriti, Oka Ile Ange, dan Gunung Sirung, dengan total cadangan sekitar 304 MW dan rencana kapasitas sekitar 145 MW. Rencana kapasitas tersebut terdiri atas Danau Ranau 40 MW, Hamiding 50 MW, Songgoriti 40 MW, Oka Ile Ange 10 MW, dan Gunung Sirung 5 MW.

Lebih lanjut, terkait tujuh wilayah prospek WPSPE meliputi Talamau dan Simisiuh di Sumatera Barat, Srirejo di Lampung, Lili Seporaki di Sulawesi Barat, Maranda Kawende di Sulawesi Tengah, Massepe Sulili di Sulawesi Selatan, dan Banda Baru di Maluku. Ketujuh wilayah tersebut memiliki total sumber daya sekitar 321 MW dan total cadangan mungkin sekitar 247 MW.

Baca juga: Menteri Bahlil revisi aturan untuk beri insentif pengembangan PLTP

Baca juga: PGE perkuat kedaulatan energi Indonesia melalui panas bumi

Baca juga: Bahlil minta pengembang panas bumi segera realisasikan proyek PLTP

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |