Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Apri Artoto menegaskan pembangunan jembatan di wilayah Bener Meriah, Aceh, tetap akan berjalan sesuai program yang telah ditetapkan kementerian.
Hal ini menyusul adanya pengumpulan dana dari masyarakat setempat untuk mempercepat penyelesaian Jembatan Enang-Enang yang terdampak bencana longsor pada November tahun 2025.
"Yang pasti program pembangunannya kalau kita di PU tetap berjalan," kata Apri kepada awak media di Kantor Kementerian PU di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pembangunan jembatan akan tetap sesuai dengan program pemerintah yang telah disusun untuk memenuhi standar teknis dan keselamatan masyarakat yang menggunakannya.
Apri juga menanggapi adanya pengumpulan dana swadaya dari masyarakat hingga Rp 1 miliar untuk membenahi jembatan sebagai akses warga sehari-hari.
Ia mengatakan pengumpulan dana swadaya yang dilakukan masyarakat Aceh untuk pembangunan jembatan secara mandiri, dikhawatirkan hasil pembangunannya akan menimbulkan korban jiwa karena aspek keselamatan yang kurang terpenuhi.
Baca juga: Kementerian PU mempercepat perbaikan jembatan di Aceh
Baca juga: Kementerian PU percepat perbaiki Jembatan Bailey di Kutablang, Aceh
"Karena mengingat kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. Kalau memang dilaksanakan secara swadaya, kita khawatir terhadap keselamatan pengguna jembatan. Jadi kita akan tetap jalan dengan program kita," jelasnya
Ia juga mengatakan rencananya Menteri PU dengan tim Satgas mengunjungi Aceh untuk memantau perkembangan pembangunan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Pembangunan jembatan ini juga menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana. Selain itu KemenPU juga terus melakukan penyelesaian pembangunan sekolah rakyat, dan persiapan menghadapi El Nino.
Sebelumnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menyatakan untuk jembatan dan jalan kawasan Enang-enang Kabupaten Bener Meriah, Aceh bakal dibangun permanen pada 2027, dan sementara ini sudah ada jalan alternatif yang dapat dilintasi masyarakat.
Pacabencana banjir bandang dan tanah longsor Aceh, jembatan Enang-enang yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dan Bireuen masih belum diperbaiki secara optimal.
Akibatnya, masyarakat setempat mulai memperbaiki jembatan dan jalan di sana secara mandiri untuk dapat dilintasi, minimal untuk digunakan kendaraan roda dua.
Baca juga: BPJN: Jembatan Enang-enang Bener Meriah, Aceh dibangun tahun depan
Baca juga: BPJN targetkan jembatan Kutablang Bireuen, Aceh rampung Agustus 2026
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































