Kemenperin akselerasi sertifikasi ISPO industri hilir sawit lewat KAN

2 weeks ago 12

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat implementasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada industri hilir kelapa sawit melalui skema akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN), guna memperkuat tata kelola yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing global.

Dalam pernyataan dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, pihaknya mendukung tata kelola industri hilir kelapa sawit yang berkelanjutan melalui implementasi Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil terhadap Industri Hilir Kelapa Sawit (SIPO Hilir).

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya strategis menjaga keberlanjutan sekaligus memperluas penerimaan produk sawit Indonesia di pasar internasional, mengingat industri agro yang di dalamnya termasuk industri kelapa sawit masih jadi motor penggerak utama transformasi ekonomi nasional.

“Kinerja positif juga ditunjukkan oleh sektor industri agro melalui Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 yang masih berada pada fase ekspansi di level 51,86,” ungkap dia.

Baca juga: Prabowo akan buka pusat pengolahan ubah sawit dan jelantah jadi avtur

Menperin menjelaskan bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu kontributor utama dalam sektor agro nasional.

“Dengan luas lahan lebih dari 16 juta hektare dan produksi CPO (minyak sawit mentah) mencapai 51,66 juta ton pada tahun 2025, sektor ini memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengungkapkan, nilai ekspor kelapa sawit dan produk turunannya pada 2025 mencapai 44,65 miliar dolar AS, dengan impor sebesar 1,417 miliar dolar AS, sehingga mencatatkan surplus neraca perdagangan 43,23 miliar dolar AS.

“Capaian ini jadi bukti konkret keberhasilan kebijakan hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. Sektor sawit juga berkontribusi signifikan bagi penyerapan tenaga kerja capai 16,5 juta orang, baik langsung maupun tidak langsung,” kata Putu.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |