Kemendikdasmen perkuat diplomasi kebahasaan lewat Handai Indonesia

21 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat praktik diplomasi kebahasaan dan penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan lewat penyelenggaraan Festival Handai Indonesia 2026.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan Festival Handai Indonesia menjadi ajang apresiasi bagi para handai Indonesia, yaitu warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia.

“Festival ini merupakan bentuk apresiasi yang bersifat kompetitif, sehingga para Handai Indonesia, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia, memiliki wadah dan kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar Bahasa Indonesia dengan penuh kepercayaan diri dan kebanggaan, seberapa pun level kemahirannya,” kata Mendikdasmen Mu'ti saat membuka kegiatan Apresiasi Handai Indonesia di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Jumat.

Baca juga: Bahasa Indonesia kian populer di AS lewat program BIPA

Ia menjelaskan festival tersebut menggunakan istilah Handai untuk menggambarkan hubungan persahabatan yang ingin dibangun Indonesia dengan warga dunia yang mempelajari bahasa Indonesia.

“Mungkin ada yang bertanya, mengapa kami namai dengan Handai? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-6, Handai bermakna kawan, teman,” imbuhnya.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia tidak menggunakan istilah mitra maupun pemangku kepentingan, karena hubungan yang dibangun dengan para pembelajar bahasa Indonesia di dunia bukan hubungan yang bersifat transaksional.

Para Handai Indonesia, kata dia, memiliki peran penting dalam memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional melalui kemampuan berbahasa sekaligus pemahaman terhadap kehidupan dan kebudayaan Indonesia.

“Saudara-saudara adalah duta-duta persahabatan yang membawa Indonesia ke seluruh penjuru dunia,” kata Mendikdasmen.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Hafidz Muksin mengatakan festival tersebut mencakup dua kegiatan penting, yakni pemberian penghargaan kepada peserta terbaik Festival Handai Indonesia 2026 sekaligus menjadi penutupan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat.

“Program Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat ini memfasilitasi pembelajaran bahasa Indonesia bagi para duta besar, diplomat, dan perwakilan organisasi internasional yang berkedudukan di Jakarta,” kata Hafidz.

Baca juga: Dubes RI Seoul: Bahasa Indonesia di HUFS era baru diplomasi budaya

Baca juga: KBRI Roma perkuat diplomasi Bahasa Indonesia di Italia

Ia menyebutkan kelas tersebut berlangsung sejak tanggal 15 September 2025 hingga 31 Mei 2026 secara luring dan daring yang terdiri atas dua program, yaitu program 50 jam pembelajaran dan 100 jam pembelajaran.

Pendaftar kelas ini mulanya berjumlah 181 orang yang berasal dari 67 perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional.

Dari 181 orang tersebut, kata Hafidz, sebanyak 63 peserta menuntaskan program 50 jam pembelajaran dan 42 peserta menuntaskan program 100 jam pembelajaran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Luar Negeri, khususnya Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik melalui Direktorat Diplomasi Publik, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, dan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” kata Hafidz.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |