Kemenbud jajaki kerja sama dengan delegasi China di berbagai bidang

6 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan penjajakan kerja sama dengan delegasi China Association for Economic Development in Asia (CAEDA) bersama Global Digital Trade and Transaction Center (GDTTC).

Lewat keterangan resmi yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu, penjajakan dilakukan terkait penguatan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok di berbagai bidang antara lain; perfilman, pengobatan tradisional, hingga pengembangan industri kreatif berbasis teknologi.

Fadli Zon, menegaskan bahwa industri film Indonesia saat ini berada dalam fase pertumbuhan yang sangat positif dan terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Tiongkok.

Baca juga: Menbud dorong kolaborasi perfilman Indonesia-Arab Saudi di Cannes

Baca juga: Menbud perkuat pelestarian situs Borobudur sebagai "living heritage"

Menurut Menbud, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri perfilman, baik dari sisi produksi, pasar penonton, maupun infrastruktur yang masih terus berkembang.

Ia juga menilai kolaborasi antar pelaku industri dan sineas kedua negara perlu diperkuat melalui skema produksi maupun ko-produksi.

“Industri film Indonesia sedang berkembang sangat baik. Produksi film nasional kini mencapai lebih dari 250 film per tahun dengan jumlah penonton lebih dari 122 juta. Potensi kerja sama dengan Tiongkok sangat besar, termasuk untuk pengembangan produksi bersama dan infrastruktur perfilman nasional,” jelasnya.

Menbud juga menyampaikan bahwa kebutuhan layar bioskop di Indonesia masih sangat tinggi, dari kebutuhan sekitar 10 ribu layar bioskop secara nasional, saat ini baru tersedia sekitar 2.500 layar sehingga masih terbuka lebar ruang investasi dan pengembangan industri perfilman di Indonesia.

Ia juga berharap teknologi bioskop yang sedang dikembangkan oleh Tiongkok dapat diimplementasikan di tanah air sehingga lebih modern dan relevan dengan perkembangan teknologi bioskop dunia.

Baca juga: Menbud sebut peringatan 400 tahun Syekh Yusuf masuk agenda UNESCO

Vice President of the China Association for Economic Development in Asia sekaligus Director of GDTTC, Li Yu, menyampaikan ketertarikan pihaknya untuk memperluas pertukaran budaya Indonesia-Tiongkok melalui kerja sama perfilman, pertunjukan seni, konser, hingga pengembangan drama dan film lintas negara.

Pihaknya juga membuka peluang adaptasi drama populer Tiongkok untuk diproduksi ulang di Indonesia serta kolaborasi produksi film bersama sineas di kedua negara.

“Kami berharap pertukaran budaya antara Tiongkok dan Indonesia dapat semakin berkembang melalui film, pertunjukan seni, dan kolaborasi industri kreatif kedua negara,” ujar Li Yu.

Selain perfilman, delegasi Tiongkok juga memaparkan rencana pengembangan kerja sama di bidang traditional medicine atau pengobatan tradisional.

Deputy Director Global ITC sekaligus General Manager Center for Medical and Health Industry, Pan Zhaojun, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, riset bersama, hingga pengembangan pusat layanan pengobatan tradisional kedua negara.

Fadli lantas menyambut positif gagasan tersebut, pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari objek pemajuan kebudayaan Indonesia karena berkaitan erat dengan pengetahuan tradisional masyarakat, termasuk jamu dan pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara.

Baca juga: Menbud akan pastikan kabar soal rumah peninggalan Sardjito yang dijual

Baca juga: Menbud ungkap pemerintah telah tetapkan 430 cagar budaya nasional

Baca juga: Fadli Zon resmikan Paviliun Indonesia di Biennale Venesia 2026

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |