Keamanan berwisata dijadikan sebagai fondasi pariwisata berkualitas

6 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata menjadikan penguatan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan sebagai fondasi utama pariwisata berkualitas.

“Ini pekerjaan rumah yang sangat relate dengan kita sebagai penyedia jasa wisata yaitu kita sebagai sumber daya manusianya," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Martini Mohamad Paham dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu.

Martini menyampaikan Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai modul pelatihan keselamatan wisata untuk aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, hingga snorkeling.

Baca juga: Kemenpar tekankan kolaborasi dorong ekosistem pariwisata berkelanjutan

Baca juga: Wamenpar sebut KDKMP perkuat desa wisata dan UMKM

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh pihak mulai dari asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata, serta diperkuat melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.

Kementerian Pariwisata juga menjalankan program tugas pembantuan bagi pemandu wisata gunung dan wisata tirta dengan memberikan pelatihan keselamatan wisata kepada 30 peserta di 38 provinsi.

“Ke-30 orang itu diharapkan dapat berbagi ilmunya ke orang lain,” katanya.

Dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mencakup standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga kembali dari destinasi.

“Dokumen ini bisa dimanfaatkan teman-teman tidak hanya pemerintah daerah setempat tapi juga akademisi, industri, dan profesi,” ujar Martini.

Dia melanjutkan bahwa kini pemerintah juga terus mempertajam arah pengembangan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi pariwisata dalam mencetak sumber daya manusia profesional dan berdaya saing global.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana juga sudah menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata telah menyusun lima program strategis untuk menghadapi tantangan di sektor pariwisata nasional. Salah satu dari program itu berkaitan dengan peningkatan keselamatan berwisata.

Dalam program peningkatan keselamatan berwisata akan difokuskan pada pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kesiap siagaan pelaku pariwisata dalam menghadapi berbagai risiko yang ada.

Baca juga: Pemerintah beri insentif pariwisata guna hadapi dinamika geopolitik

Baca juga: Kemenpar berencana pasang 136 mooring buoy di Raja Ampat

Baca juga: Kemenpar bahas transformasi ekosistem pariwisata dalam rakornas

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |