Kemdikdasmen verifikasi usulan sekolah nasional terintegrasi di HST

2 days ago 4
Kami berterima kasih kepada Kemdikdasmen yang sudah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten HST

Banjarmasin (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI menurunkan tim verifikasi dan validasi lapangan usulan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.

Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani di Barabai, Rabu, mengungkapkan, bahwa tim Kemendikdasmen melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) telah berada di Kabupaten HST untuk mulai tugas tersebut.

"Kami menyambut baik tim Kemdikdasmen dalam melakukan verifikasi dan validasi lapangan usulan sekolah nasional terintegrasi di HST ini," katanya.

Yani menerangkan, Pemkab HST sendiri mengusulkan skenario pembangunan baru sekolah nasional terintegrasi di kawasan Desa Banua Jingah dan skenario konsolidasi sekolah existing.

Baca juga: Kemdikdasmen: 1,2 juta guru ASN daerah mulai terima tunjangan profesi

Pihaknya juga berkomitmen untuk mempersiapkan lahan tambahan untuk kebutuhan sekolah nasional terintegrasi di Kabupaten HST.

"Tentu kami berkomitmen mempersiapkan lahannya. Kami berterima kasih kepada Kemdikdasmen yang sudah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten HST," ujarnya.

Terlebih lagi, saat ini di Provinsi Kalsel hanya dua kabupaten yang dilakukan verifikasi dan validasi calon sasaran sekolah nasional terintegrasi tahap 1 tahun 2026, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Barito Kuala.

Sementara itu, Tim Verval Dirjen Paud Dikdas dan PNFI Kemdikdasmen Minhajul Ngabidin dalam paparannya menjelaskan, pada tahun 2026 sekolah nasional terintegrasi ditargetkan terbangun 100 sekolah dengan rincian 50 sekolah bangunan baru, dan 50 upgrading sekolah exsisting.

Baca juga: Guru SMK dikeroyok siswa, Kemdikdasmen dan pemda perlu menengahi

"Lokasi yang diusulkan Pemkab HST sangat strategis, lahannya memadai, tidak ada kendala, tidak ada potensi risiko longsor dan sebagainya, akses juga tergolong mudah. Tapi ada beberapa catatan, khususnya terkait luas ahan," ujarnya.

Lahan yang diusulkan Pemkab HST luas 7 hektare, sehingga pihaknya mendorong penambahan luas hingga 20 hektare sebagaimana syarat yang ditetapkan untuk pembangunan baru sekolah nasional terintegrasi.

"Hasil verifikasi kami skor sudah mencapai 70, artinya tinggal mendorong beberapa catatan dari kami hingga lolos untuk Kabupaten HST dibangun sekolah nasional terintegrasi di tahun pertama," ungkapnya

Minhajul Ngabidin menjelaskan, usai tahapan verifikasi lapangan pihaknya akan melakukan pembahasan di tingkat Kementerian yang juga akan dikomunikasikan dengan pemerintah daerah.

"Target penetapannya sekitar akhir Juli 2026. Setelahnya akan dilanjutkan dengan perencanaan dan pembangunan di tahun yang sama," jelasnya.

Dalam data paparan Direktorat Sekolah Dasar hanya terdapat 125 usulan Pemda se-Indonesia di 2026, sedangkan terdapat 100 target pembangunan sekolah nasional terintegrasi pada 2026.

Baca juga: Kemendikdasmen ajak sekolah bentuk budaya filantropi anak didik

Pewarta: Sukarli
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |