KCIC minta penumpang patuhi aturan usai insiden pintu Whoosh ditahan

5 hours ago 6
KCIC berharap seluruh penumpang mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional,

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meminta seluruh penumpang mematuhi aturan keselamatan setelah insiden pintu Kereta Cepat Whoosh ditahan seorang pengguna di Stasiun Padalarang, guna menjaga kelancaran operasional dan kenyamanan perjalanan.

“KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh," kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Dia menyampaikan hal itu menyikapi penumpang menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron.

Ia menegaskan tindakan penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa 7 April 2026 dengan rute Padalarang-Halim menyebabkan sensor pada sistem buka tutup pintu otomatis di kereta terganggu.

Baca juga: KCIC pastikan operasional Whoosh aman di tengah cuaca ekstrem

Baca juga: KCIC berangkatkan 311.472 penumpang pada periode Lebaran 2026

Kejadian tersebut memicu keterlambatan perjalanan Whoosh, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB.

Eva menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, sehingga pihaknya mengecam hal yang dilakukan tersebut.

“Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan,” ujar Eva.

Ia menjelaskan setiap rangkaian Whoosh dilengkapi dengan sistem pintu otomatis yang menjadi bagian penting dalam keamanan perjalanan.

Tindakan menahan pintu secara paksa menyebabkan sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berpotensi menimbulkan risiko kerusakan sarana secara jangka panjang.

Lebih lanjut dia mengatakan KCIC telah menyiagakan petugas di peron dan di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang telah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup.

Selain itu, penumpang diharuskan selalu mematuhi arahan dari petugas untuk keselamatan perjalanan.

Seluruh penumpang wajib memperhatikan dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum memasuki kereta karena seluruh bawang bawaan penumpang menjadi tanggung jawab pribadi.

Apabila terdapat barang yang tertinggal, tambah Eva, penumpang dapat berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta untuk dilakukan penanganan lebih lanjut melalui sistem lost and found milik KCIC.

"Penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran agar tidak mengulangi tindakan tersebut," kata Eva.

Baca juga: Arus balik, penumpang Whoosh dari Bandung diimbau manfaatkan "feeder"

Baca juga: KCIC sebut layanan Whoosh selama Lebaran berjalan lancar

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |