KBRI Kuwait-KFAED perdalam kerja sama budaya lewat kunjungan siswa

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuwait City bersama Kuwait Fund for Arab Economic Development (KFAED) menggelar program imersi budaya yang bertujuan untuk menjajaki kerja sama dalam pengembangan budaya, pendidikan seni, serta pertukaran talenta budaya.

KBRI Kuwait City melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan program Imersi Budaya KFAED ini, memboyong sejumlah peserta untuk berkunjung langsung ke beberapa lokasi strategis di Indonesia sembari melihat proyek pembangunan yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari KFAED.

“Melalui kunjungan ke situs warisan budaya, lembaga seni, serta dialog dengan para pemangku kepentingan budaya, program ini diharapkan membuka peluang kemitraan budaya yang strategis dan berkelanjutan,” bunyi pernyataan KBRI.

Selain di bidang budaya, KBRI berharap program ini juga dapat memantik berlanjutnya hubungan bilateral di bidang ekonomi antar kedua negara melalui KFAED yang sempat terhenti sejak 2006 karena berhentinya permintaan pinjaman dari Pemerintah Indonesia.

KFAED sendiri merupakan Lembaga keuangan independen terbesar di Timur Tengah yang dapat menjadi salah satu sumber bermanfaat dalam pengembangan pendanaan bagi Indonesia karena pembiayaan yang ditawarkan KFAED tidak disertai dengan persyaratan yang kompleks dan KFAED tidak mencampuri urusan politik dalam negeri dari negara mitra.

“Melalui program ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama Indonesia-Kuwait yang berkelanjutan dan saling menguntungkan,” ucap kedutaan.

Adapun program Imersi Budaya KFAED ini telah berlangsung pada 16-22 Januari dengan delegasi utama berjumlah 17 peserta terdiri dari 12 pelajar putri SMA berprestasi Kuwait dan 5 orang pendamping dari KFAED.

Delegasi mengunjungi sejumlah lokasi di Bandung dan Jakarta yang turut didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang akan memberikan penjelasan mengenai proses, capaian, dan dampak pembangunan terhadap masyarakat.

Secara rinci, rangkaian kunjungan meliputi proyek Tol Padalarang-Cileunyi, jaringan distribusi listrik Bandung, jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati, serta berbagai destinasi budaya seperti Museum Gedung Sate, Tangkuban Perahu, pertunjukan Angklung Udjo.

Sedangkan di Indonesia, delegasi berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah, Kota Tua Jakarta dan Museum Fatahillah, serta Museum Nasional Indonesia.

Baca juga: Indonesia-Kuwait perkuat kerja sama bidang sains dan teknologi

Baca juga: KP2MI-Dubes Kuwait bertemu bahas penempatan pekerja migran terampil

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |