Kantor Kemenhaj di Manggarai dan Ende terdampak gempa NTT paling parah

2 days ago 3
Untuk itu kami tengah menyiapkan skema penyesuaian layanan agar kebutuhan jamaah di Manggarai dan Ende tetap tertangani dengan baik dan aman

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan layanan kepada jamaah tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat pascagempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya.

“Kami memastikan layanan kepada jamaah haji tetap berlangsung. Pada saat yang sama kami terus memantau perkembangan kondisi akibat gempa di NTT dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik sesuai situasi di lapangan,” ujar Kepala Biro Umum Kemenhaj Slamet di Jakarta, Rabu.

Menurut Slamet, aspek keselamatan dan kondisi masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan pelayanan.

Apabila kondisi di suatu wilayah membutuhkan penyesuaian teknis terhadap layanan, kata dia, Kemenhaj akan mengambil langkah sesuai perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Baca juga: BNPB: Jumlah korban gempa NTT bertambah satu orang jadi 71 wafat

“Kami memahami bahwa masyarakat di wilayah terdampak saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu pelayanan harus tetap berjalan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, keselamatan petugas maupun masyarakat, serta kebutuhan layanan yang paling mendesak,” katanya.

Secara khusus Slamet menyoroti kondisi dua satuan kerja (satker) daerah yang terdampak paling parah akibat guncangan gempa, yakni Kantor Kemenhaj Kabupaten Manggarai dan Kanto Kemenhaj Kota Ende.

Kemenhaj memberikan perhatian khusus serta menyiapkan langkah mitigasi operasional bagi kedua daerah tersebut.

“Kami memastikan keselamatan para petugas dan jamaah di kedua wilayah tersebut menjadi prioritas utama. Untuk itu kami tengah menyiapkan skema penyesuaian layanan agar kebutuhan jamaah di Manggarai dan Ende tetap tertangani dengan baik dan aman,” kata Slamet.

Baca juga: BNPB: Pemerintah siapkan perbaikan rumah warga terdampak gempa NTT

Kemenhaj juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperoleh informasi perkembangan kondisi di lapangan. Koordinasi tersebut diperlukan agar langkah pelayanan dapat dilakukan secara tepat dan responsif sesuai kebutuhan masyarakat.

Slamet mengimbau jamaah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang serta mengikuti informasi yang disampaikan melalui kanal resmi pemerintah. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Jika terdapat perubahan atau penyesuaian layanan akibat kondisi di lapangan, informasi akan disampaikan melalui kanal resmi Kemenhaj. Kami mengajak masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” kata Slamet.

Baca juga: Kemenkes dirikan dua rumah sakit lapangan, tangani korban gempa NTT

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |