Kanada bergabung dengan koalisi militer yang dipimpin Inggris

5 hours ago 3

Washington DC (ANTARA) - Kanada, Rabu (16/9), resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Joint Expeditionary Force (JEF) yang dipimpin oleh Inggris, yang menandai kemajuan penting menuju kerja sama militer yang lebih erat dengan Inggris dan mitra-mitra Eropanya.

"Perdana Menteri (Mark) Carney mengumumkan bahwa Kanada telah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Joint Expeditionary Force dan menyambut baik dukungan Inggris terhadap partisipasi Kanada dalam inisiatif penting ini," menurut pernyataan dari kantor Carney.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Carney dan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham bertemu di Inggris, di mana kedua pemimpin membahas upaya memperkuat hubungan pertahanan yang telah lama terjalin antara kedua negara.

JEF beranggotakan Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris.

Menurut kantor Carney, kedua perdana menteri juga membahas peluang kerja sama industri pertahanan melalui Global Combat Air Programme (GCAP), program yang diikuti Kanada sebagai pengamat sejak Juli tahun ini.

Secara terpisah, kantor PM Inggris Downing Street menyatakan bahwa kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai peluang dan tantangan yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan (AI), serta menyepakati pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor teknologi untuk mengatasi berbagai kekhawatiran bersama dan menjaga keamanan daring.

Burnham juga menyambut baik langkah Kanada menjadi negara pengamat pertama dalam Global Combat Air Programme pada musim panas ini.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Komisi Eropa buka peluang Kanada jadi anggota asosiasi EU

Baca juga: Kanada siapkan kemitraan baru dengan EU, bukan keanggotaan

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |