Jakarta (ANTARA) - Pandu Ekologi Indonesia (PENA) menilai Jumhur Hidayat yang diangkat oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Lingkungan Hidup mampu memperkuat arah kebijakan lingkungan hidup nasional di tengah tantangan krisis ekologis yang semakin kompleks.
“Pelantikan Jumhur Hidayat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan lingkungan hidup nasional," kata Ketua Umum PENA Laurencus Pakpahan di Jakarta, Rabu.
Dia pun memandang sosok Jumhur sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang dalam gerakan sosial dan advokasi masyarakat akar rumput, mengingat pengalaman panjangnya sebagai aktivis mahasiswa dan tokoh buruh.
“Hal ini menjadikannya memiliki sensitivitas sosial yang kuat dalam melihat persoalan lingkungan hidup yang beririsan langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujar Laurencus.
Dia mengatakan Jumhur Hidayat merupakan aktivis pergerakan yang telah lama terlibat dalam perjuangan sosial sejak era mahasiswa, termasuk dalam gerakan reformasi dan advokasi kelompok masyarakat kecil .
Menurut dia, Jumhur pernah memimpin organisasi buruh nasional dan memiliki pengalaman di pemerintahan sehingga dinilai memiliki kapasitas untuk menjembatani kepentingan lingkungan dengan aspek ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Jumhur Hidayat, lingkungan hidup, dan ekonomi-ekologi di Indonesia
Di sisi lain, PENA memandang tantangan sektor lingkungan hidup ke depan tidak hanya berkutat pada isu teknokratis, tetapi juga menyangkut perubahan paradigma pembangunan.
Krisis ekologis yang terjadi, kata Laurencus, mulai dari persoalan sampah, kerusakan ekosistem, hingga tekanan terhadap sumber daya alam membutuhkan kepemimpinan yang berpihak pada keberlanjutan dan keadilan ekologis.
Oleh sebab itu, kepemimpinan Jumhur Hidayat diharapkan dapat mendorong integrasi antara kebijakan lingkungan, keadilan sosial, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Lebih lanjut, PENA menekankan pentingnya penguatan tata kelola lingkungan, termasuk implementasi kebijakan jangka panjang serta perlindungan ekosistem strategis, seperti mangrove yang menjadi fondasi masa depan lingkungan Indonesia.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menghadirkan kebijakan lingkungan hidup yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga berpihak pada masyarakat dan berkelanjutan secara ekologis,” ungkap Laurencus.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).
Pengangkatan Jumhur sebagai Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51 P tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
Baca juga: Baru dilantik, Menteri LH Jumhur sebut akan tangani isu sampah
Baca juga: Profil Jumhur Hidayat, Ketum KSPSI yang jadi Menteri LH
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































