Jakarta (ANTARA) - Aktor Joe Taslim mengungkapkan alasan utama dirinya tertarik memerankan Navin dalam film terbarunya, "The Furious" sebuah film thriller aksi bela diri Hong Kong yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Juni mendatang.
Menurut Joe, karakter tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda dibandingkan peran-peran aksi yang selama ini banyak ia mainkan, karena Navin ditulis sebagai sosok yang lebih manusiawi, emosional, dan mengandalkan kemampuan bela dirinya bukan untuk "menaklukkan" dunia, melainkan bertahan hidup.
"Selama ini aku main film karakternya cukup over the top ya, di film 'The Night Comes for Us' aku jago banget mau 100 orang pun dibantai sama dia, Ninjutsu di 'Mortal Kombat' pun dia sangat, sangat jago. Jadi karakter yang over the top yang cukup bisa diprediksi dia bisa menang," kata Joe pada konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/6) malam.
Joe menjelaskan bahwa karakter Navin dibentuk dengan pendekatan yang realistis. Meski memiliki kemampuan judo, sosok Navin merupakan seorang jurnalis yang tidak digambarkan sebagai ahli bela diri luar biasa atau mantan pasukan khusus. Dalam cerita, Navin memiliki latar belakang masa muda yang pernah berlatih judo, sehingga memiliki kemampuan bela diri yang cukup untuk melindungi diri, tetapi tidak sampai menjadikannya petarung tak terkalahkan.
Baca juga: Joe Taslim dalami peran jurnalis di "The Furious" lewat dokumenter
“Aku merasa ini sesuatu yang baru saat memerankan karakter dia, seorang suami mencari istrinya yang hilang, dia bisa membela diri, tapi kita lihat dalam pertempuran dia adalah 'survivor',” ujar Joe.
Ia menggambarkan bahwa dalam setiap pertarungan, Navin harus melalui proses jatuh bangun, mengalami luka, dan terus berjuang dari awal hingga akhir cerita.
Aspek tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Joe. Ia menilai banyak karakter yang pernah diperankan sebelumnya cenderung sangat kuat, sehingga kemenangan mereka sering kali dapat diprediksi.
Berbeda dengan itu, Navin adalah seorang suami yang mencari istrinya yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Meski mampu membela diri, fokus utama karakter ini adalah bertahan hidup dalam berbagai situasi yang dihadapinya.
Baca juga: Joe Taslim lakukan riset mendalam untuk perankan Noob Saibot
Joe juga menyebut "The Furious" sebagai pengalaman pertamanya bermain dalam film aksi yang sarat adegan pertarungan, tetapi lebih menonjolkan sisi emosional.
Menurutnya, Navin bukan sosok yang berusaha terlihat tangguh, melainkan karakter yang memunculkan empati, memiliki sifat mulia, dan mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan anak-anak. Hal itulah yang membuat Joe mengaku jatuh cinta pada karakter tersebut.
"Daripada mencoba menjadi 'badass' dia lebih emosional, lebih empati, dari cara dia bertarung, secara manusia juga dia sangat-sangat noble, orang yang mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan anak-anak itu adalah sesuatu tujuan hidup yang luar biasa, dan itu mengapa aku jatuh cinta sama karakter ini," imbuhnya.
Baca juga: "Mortal Kombat II" mulai tur global di Jakarta lewat fan event
Adapun dalam cerita “The Furious”, Navin menghadapi perjuangan mencari sang istri yang juga seorang jurnalis investigasi yang hilang ketika tengah melakukan peliputan.
Joe menjalani hari dengan pertanyaan yang terus menghantuinya: apakah istrinya masih hidup atau mati.
Konflik batin itu, menurut Joe, menjadi bagian penting yang mewarnai perjalanan karakternya dari awal hingga akhir film.
Film yang hingga Jumat, 5 Juni mendapat rating 100 persen dari Rotten Tomatoes tersebut mengisahkan perjuangan Wang Wei (Xie Miao), seorang pedagang sederhana yang hidupnya hancur setelah putrinya diculik oleh sindikat perdagangan manusia.
Baca juga: Film Hong Kong “The Furious" rilis trailer perdana
Dalam pencariannya, ia bertemu dengan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis yang memiliki misi pribadi untuk membongkar sindikat yang sama.
Bersama-sama, mereka berdua mempertaruhkan nyawa dalam pertarungan brutal dan aksi laga tanpa henti demi menyelamatkan anak-anak tak berdosa tersebut.
Film aksi yang juga dibintangi Yayan Ruhian tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 17 Juni 2026.
Baca juga: Joe Taslim harap sineas lokal konsisten produksi film berkualitas
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































