Jerman kerahkan kapal penyapu ranjau Fulda ke Laut Mediterania

3 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Jerman mengerahkan kapal penyapu ranjau ke Laut Mediterania untuk selanjutnya dikirim ke Selat Hormuz guna mengikuti misi internasional pengamanan maritim.

Media Jerman NDR, Senin (4/5), melaporkan kapal penyapu ranjau "Fulda" berangkat dari pangkalan Kiel di Jerman utara menuju Laut Mediterania. Ada sekitar 40 personel dalam kapal tersebut, termasuk awak spesialis penyapu ranjau.

"Memang benar, Fulda, kapal penyapu ranjau, berangkat menuju Laut Mediterania, bukan ke Selat Hormuz, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman," kata Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius dalam konferensi pers, Senin (4/5).

Menurutnya, Fulda dapat dialihkan ke Selat Hormuz untuk berpartisipasi dalam misi internasional guna menjamin keamanan navigasi. Pistorius menepis kemungkinan Angkatan Bersenjata Republik Jerman, Bundeswehr, ikut dalam operasi militer di Timur Tengah.

Baca juga: AS serang dua kapal sipil menuju Iran, tewaskan lima orang

Sebelumnya, Minggu (3/5), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan operasi Project Freedom yang akan membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz untuk keluar dari kawasan itu.

Pusat Komando AS (CENTCOM) menyatakan dukungan militer untuk operasi tersebut mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.

Stasiun televisi milik Iran IRIB melaporkan militer Iran telah mencegah kapal Amerika melintas di Selat Hormuz dengan menghantam sebuah kapal perang menggunakan dua rudal. Namun, klaim itu dibantah CENTCOM.

Trump juga mengancam Iran dengan konsekuensi menghancurkan bila menargetkan kapal AS di dekat selat tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Iran tegaskan tak ada solusi militer untuk krisis politik

Baca juga: Menkeu AS Bessent isyaratkan Trump akan "tekan" Xi soal Iran

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |