Jakarta (ANTARA) - Samsung dikabarkan bakal mengembalikan fitur yang pernah ada di kamera Galaxy S9 ke ponsel unggulan generasi berikutnya Galaxy S27 Ultra pada tahun depan.
Fitur yang dimaksud ialah kehadiran variabel aperture yang memungkinkan kamera dapat menyesuaikan bukaan lensa (diafragma) secara otomatis maupun manual untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor.
Dilaporkan Phonearena, Senin (4/5), kabar ini datang bersamaan dengan bocoran spesifikasi yang mungkin hadir di Galaxy S27 Ultra berasal dari pembocor teknologi Smart Pikachu di Weibo.
Baca juga: Samsung ubah desain kamera Galaxy S27 demi dukungan aksesori magnetik
Baca juga: Produksi chip Samsung alami penurunan imbas aksi mogok kerja
Berdasarkan bocoran ini, Galaxy S27 Ultra diyakini memiliki sensor kamera 200 MP yang baru.
Selain sensor yang baru, Samsung juga mungkin menyertakan lensa dengan variabel aperture.
Bocoran informasi ini tidak menjelaskan secara spesifik sensor kamera apa yang digunakan, namun Smart Pikachu menyebutkan teknologi ini kemungkinan tidak hanya akan dihadirkan Samsung tapi juga kompetitornya seperti Huawei yang tengah melakukan uji coba untuk fitur serupa.
Apabila informasi ini benar, maka untuk pertama kalinya lensa dengan variabel aperture di depan sensor kamera beresolusi tinggi akan muncul lewat ponsel pintar ini.
Sekilas, langkah ini apabila benar terkesan seperti Samsung mengikuti rumor rencana Apple pada kamera iPhone karena rumor beredar menyebutkan iPhone 18 Pro mungkin mengusung variabel aperture di kamera utamanya.
Namun sebenarnya Samsung ternyata lebih dulu menggunakan teknologi ini di ponsel pintar terdahulunya.
Galaxy S9 justru menjadi ponsel pertama yang menawarkan variabel aperture pada 2018 atau hampir satu dekade yang lalu.
Setelah itu, fitur tersebut cukup banyak diadopsi oleh kompetitor seperti Oppo, Sony, Honor, dan Xiaomi.
Selain variabel aperture, laporan lainnya menunjukkan sebenarnya Samsung menyiapkan beberapa peningkatan kamera signifikan untuk ponsel pintar unggulan generasi berikutnya.
Ponsel ini diyakini mungkin mengusung sensor utama dengan teknologi LOFIC, yang akan meningkatkan rentang dinamisnya, dan menghilangkan kamera zoom 3x.
Samsung juga dikabarkan akan menggunakan sensor 200MP yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Jika itu benar, variabel aperture bisa lebih bermakna dan terasa dibandingkan pada perangkat dengan sensor yang lebih kecil, seperti yang mungkin dilakukan Apple pada iPhone 18 Pro.
Baca juga: Galaxy Z Flip8 mungkin lebih ringan dan ramping berkat engsel baru
Baca juga: Samsung kuasai pasar ponsel pintar pada kuartal pertama 2026
Baca juga: Laba operasional Samsung Electronics bukukan rekor pada Q1 2026
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































