BPJPH berkomitmen libatkan kampus wujudkan ekosistem halal

2 hours ago 5

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) berkomitmen untuk terus melibatkan perguruan tinggi dalam mewujudkan ekosistem halal di Indonesia.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan seusai menghadiri Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026 di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan perguruan tinggi sejauh ini telah memiliki peran sebagai lembaga pemeriksa halal (LPH).

"Universitas terlibat sebagai LPH karena mereka memiliki laboratoriumnya, termasuk Universitas Brawijaya ini yang merupakan salah satu pelopor halal di Indonesia," kata Haikal.

Selain dengan kampus, BPJPH juga menggandeng pihak terkait, seperti Komisi VIII DPR RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Pangan Nasional, dan Majelis Ulama Indonesia dalam rangka mengakselerasi ekosistem halal.

"Mulai Oktober 2026 kami akan bekerja sama dengan Polri untuk imbauan persuasif mengenai kewajiban halal," ujarnya.

Keberadaan kampus menjadi bagian strategi dari BPJPH dalam merealisasikan wajib halal atau kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026.

Haikal menyampaikan sertifikasi halal bukan sekadar syarat formal tetapi bertujuan memberikan nilai tambah terhadap seluruh produk pelaku usaha di Indonesia, termasuk menembus persaingan pasar global.

Jaminan halal sebuah produk juga dikatakannya bukan lagi menyoal memberikan kepastian terhadap masyarakat Muslim, tetapi saat ini sifatnya telah berkembang untuk semua masyarakat.

BPJPH menegaskan pemberian sertifikasi halal berpatokan pada tiga prinsip utama, yakni transparansi, ketelusuran, dan kepercayaan.

"Ini sudah menjadi kepuasan bagi pelanggan. Bahkan di Eropa, halal sudah diakui sebagai elite food," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo mengatakan halal telah menjadi sistem baru yang akan berdampak baik terhadap kemajuan industri di Indonesia karena memberikan jaminan mutu produk kepada konsumen.

Oleh karena itu, Widodo menyampaikan Universitas Brawijaya telah memiliki komitmen yang bukan hanya ditujukan mewujudkan ekosistem halal tapi aktif dalam langkah pengembangan.

"Universitas Brawijaya, juga sudah memiliki laboratorium uji halal yang tersertifikasi oleh ISO 17025 dan terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN)," kata dia.

Ke depan, ia mendorong jajarannya agar menguatkan formulasi layanan uji halal sehingga bisa lebih dijangkau oleh masyarakat.

"Sehingga harapannya orang bisa melakukan analisis itu menjadi semakin cepat dan murah," tuturnya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |