Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol mengoperasikan 22 gardu Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat untuk memperlancar lalu lintas saat puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada Rabu ini.
Di saat rekayasa lalu lintas satu arah atau one way, puluhan gardu yang dioperasikan saat arus mudik itu termasuk empat yang biasa digunakan untuk keluar dari GT Cikampek Utama atau arah Jakarta, di saat lalu lintas normal. Di empat gardu itu petugas menggunakan alat mobile reader (MR) untuk sistem transaksi.
"Jadi ini semuanya 22 gardu sudah beroperasi semua untuk menerima volume lalu lintas dari arah Barat menuju Timur Trans Jawa," kata Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo saat diwawancarai di GT Cikampek Utama, Rabu.
Dia mengatakan pengoperasian puluhan gardu termasuk petugas yang menggunakan alar MR, dilakukan untuk mempercepat antrean di gerbang tol.
Selain one way, menurut dia, pengelola tol juga sudah memberlakukan rekayasa lawan arus atau contra flow sejak KM 36 yang masih berada di kawasan Bekasi. Menurut dia, contra flow itu disesuaikan dengan kondisi arus dari arah Jakarta.
Meski puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu ini, menurut dia, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi.
"Kalaupun ternyata besok masih ada, terpantau volumenya meningkat, kita tetap lakukan optimalisasi di semua gerbang," kata dia.
Baca juga: Volume kendaraan masuk ke GT Cikampek Utama memuncak pada H-3 Lebaran
Baca juga: Jasa Marga catat arus mudik di GT Cikampek Utama H-4 meningkat drastis
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































