Jangan abaikan diri sendiri saat bencana, ini saran psikolog

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Psikolog klinis sekaligus relawan Tim Cadangan Kesehatan (TCK) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) Anna Aulia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi mental saat menghadapi situasi bencana.

“Banyak yang memaksakan diri terus membantu, padahal dirinya sendiri belum tenang,” katanya dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).

Menurut Anna yang bertugas menjadi relawan di Aceh Tamiang itu, banyak penyintas baru menyadari dirinya mengalami tekanan psikologis setelah kondisi mulai stabil.

Baca juga: Anak dan lansia paling rentan mengalami trauma saat bencana

Baca juga: Relawan TCK Kemenkes beri layanan dan petakan penyakit di Aceh Tamiang

Saat bencana terjadi, mereka cenderung fokus menyelamatkan keluarga dan memenuhi kebutuhan dasar, tanpa memerhatikan kondisi diri sendiri.

Ia menyarankan langkah pertama adalah mengenali perubahan pada diri sendiri.

Perubahan pola tidur, pola makan, hingga emosi yang tidak stabil bisa menjadi tanda adanya tekanan psikologis.

“Fisik itu notifikasi awal. Kalau tidur terganggu atau emosi mudah meledak, itu perlu diperhatikan,” ujarnya.

Anna juga menyarankan agar penyintas membatasi paparan informasi yang berlebihan, termasuk dari media sosial. Arus informasi yang terus menerus dapat memperkuat rasa cemas dan takut.

Selain itu, menjaga rutinitas sederhana dinilai penting untuk membantu kestabilan mental.

Aktivitas harian yang konsisten dapat membantu seseorang merasa tetap memiliki kendali atas hidupnya.

Ia menegaskan, jika kondisi tidak membaik atau semakin mengganggu aktivitas dan hubungan sosial, sebaiknya segera mencari bantuan profesional.

“Kalau tidak bisa pulih sendiri, jangan ragu datang ke tenaga profesional,” katanya.

Penerjunan relawan TCK di Aceh sendiri merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam memperkuat layanan kesehatan pascabencana banjir di Aceh.

Kemenkes mengerahkan TCK untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, termasuk dukungan kesehatan mental bagi masyarakat terdampak.

Baca juga: Kemenkes: layanan kesehatan jiwa berbasis web atasi terbatasnya akses

Baca juga: Mengenal "functional freeze", kondisi beku seseorang yang alami stres

Baca juga: Agar tak kewalahan di deras arus informasi

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |