Italia tambah anggaran pertahanan sesuai komitmen NATO

5 hours ago 2

Moskow (ANTARA) - Italia akan meningkatkan belanja pertahanan dan keamanan secara bertahap hingga mencapai 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2028, kata Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto.

"Dalam tahun depan (2027), kami akan mencapai 2,3 persen, dan setahun kemudian menjadi 2,6 persen. Kami berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk memenuhi komitmen tersebut secara bertahap," ujar Crosetto dalam wawancara dengan harian Corriere della Sera yang terbit pada Sabtu.

Menurut Crosetto, belanja pertahanan Italia saat ini mencapai 2,01 persen dari PDB. Jika digabungkan dengan pengeluaran untuk sektor keamanan, angkanya mencapai 2,8 persen dari PDB.

Ia menambahkan bahwa Italia telah berkomitmen meningkatkan belanja pertahanan untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hingga mencapai lima persen dari PDB pada 2035, dengan evaluasi sementara dijadwalkan pada 2030.

Crosetto juga mengatakan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni telah menyampaikan kepada negara-negara sekutu bahwa Italia memberikan kontribusi personel terbesar dalam berbagai misi NATO, melampaui Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Fatto Quotidiano, Crosetto mengungkapkan bahwa rencana anggaran pemerintah untuk tiga tahun mencakup tambahan dana sebesar 19 miliar euro atau sekitar 21,7 miliar dolar AS bagi sektor pertahanan dan keamanan pada periode 2027–2028.

Media Italia memperkirakan belanja pertahanan negara itu akan meningkat sekitar 6,5 miliar euro pada 2027, kemudian bertambah lagi sekitar 13 miliar euro pada 2028.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menyatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan NATO mendorong terjadinya militerisasi global dan perlombaan senjata.

Menurut Putin, langkah tersebut dilakukan dengan menggunakan klaim mengenai ancaman dari Rusia, yang menurutnya dimanfaatkan para elite Barat untuk membenarkan peningkatan belanja militer, membebani para pembayar pajak, sekaligus menutupi kegagalan kebijakan ekonomi mereka.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Irlandia siap gabung program pertahanan SAFE Uni Eropa

Baca juga: NATO pantau perkembangan setelah Eropa dan Rusia berkomunikasi lagi

​​​​​​​

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |