Jakarta (ANTARA) - Federasi Sepak Bola Iran dikabarkan tengah mengajukan permohonan kepada FIFA untuk menggunakan ban lengan hitam saat menghadapi Mesir pada pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Seattle, Seattle, 26 Juni waktu setempat.
Akun X resmi Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, Rabu, menjelaskan alasan Timnas Iran mengajukan permintaan tersebut kepada FIFA.
"Pertandingan tersebut bertepatan dengan Hari Asyura, sebuah hari yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam untuk mengenang pengorbanan, keteguhan, dan perjuangan menegakkan kebenaran," cuit akun @IraninIndonesia.
Timnas Iran mengajukan permohonan kepada FIFA agar para pemainnya diizinkan mengenakan ban lengan hitam saat menghadapi Mesir di Piala Dunia 2026.
Pertandingan tersebut bertepatan dengan Hari Asyura, sebuah hari yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam untuk mengenang… pic.twitter.com/QDIG5DZncz
"Melalui simbol sederhana ini, Iran berharap dapat menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diusung Asyura di panggung sepak bola dunia," masih dalam cuitan tersebut.
Baca juga: Gedung Putih: Semua pertandingan piala dunia AS dilindungi dari drone
Pada Piala Dunia 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Sebelum melakoni pertandingan menghadapi Mesir, Team Melli dijadwalkan akan menghadapi Selandia Baru terlebih dahulu, 15 Juni waktu setempat, dan tujuh hari berselang harus berjumpa Belgia.
Iran tengah mengusung misi untuk lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah setelah pada enam fase sebelumnya selalu terhenti di babak grup.
Baca juga: Kongo takluk 1-2 kepada Chile jelang Piala Dunia
Baca juga: Profil timnas Kongo, kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun
Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































