Intelektual Muda sebut pertemuan Prabowo-Megawati panggilan persatuan

5 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, merupakan sinyal kuat bagi persatuan nasional di tengah ketidakpastian global.

"Pertemuan Prabowo-Megawati harus dibaca sebagai panggilan sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah badai dunia," ujar Co-Founder Forum Intelektual Muda Muhammad Sutisna dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/3) malam.

Sutisna mengatakan Indonesia tidak boleh terpecah oleh ego kelompok atau perbedaan politik.

Ia mendukung pendekatan kebijakan yang mengutamakan skala prioritas dan urgensi.

"Situasi global saat ini benar-benar menguji ketahanan setiap bangsa. Indonesia tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik atau ego kelompok," ujar Sutisna.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa pada pertemuan itu, Megawati memberi masukan kepada Presiden Prabowo mengenai pendekatan kebijakan yang berpijak pada sense of priority dan sense of urgency.

Sutisna menekankan kedua prinsip tersebut harus menjadi landasan setiap keputusan strategis pemerintahan.

Baca juga: Pertemuan Prabowo--Megawati bahas isu strategis dan geopolitik global

Ia menjelaskan bahwa sense of priority artinya fokus pada hal-hal yang benar-benar menentukan kelangsungan hidup bangsa.

"Sense of priority mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi, perlindungan rakyat kecil, penguatan industri dalam negeri, dan diplomasi yang tegas," jelas Sutisna.

Sutisna juga memaparkan makna urgensi dalam pengambilan keputusan nasional bagi kepentingan rakyat. "Sense of urgency berarti kita tidak boleh lagi menunda langkah besar hanya karena pertimbangan politik jangka pendek," tambahnya.

Pertemuan tersebut juga membahas peran historis Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika 1955 serta Gerakan Non-Blok. Kedua tokoh bangsa itu berkomitmen agar Indonesia kembali menjadi penyeimbang kekuatan global melalui politik luar negeri bebas aktif.

"Politik bebas aktif bukan sikap diam, melainkan sikap aktif membela perdamaian, kedaulatan bangsa-bangsa kecil, dan tata dunia yang lebih adil," kata Sutisna.

Sutisna menambahkan pertemuan Prabowo dengan Megawati sebagai wujud nyata nilai gotong royong dan musyawarah mufakat bangsa. Dialog antar tokoh nasional ini membuktikan bahwa persatuan merupakan pilihan realistis agar bangsa tetap berdiri tegak.

Forum Intelektual Muda mengajak seluruh anak bangsa dari berbagai latar belakang untuk ikut merajut persatuan nasional. Mereka mengimbau agar ketidakpastian global tidak memecah belah bangsa dan merusak fokus kerja keras.

Baca juga: Prabowo terima Megawati di Istana, turut dihadiri Puan dan Dasco

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |